27 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah Apresiasi Sinergi Forkopimda Jaga Keamanan Pergantian Tahun


Pergantian Tahun Kondusif, Masyarakat Jawa Timur Optimis
Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan pergantian tahun di wilayah Provinsi Jawa Timur berjalan aman dan kondusif. Gubernur juga menegaskan masyaralat Jawa Timur menyambut tahun baru 2026 dengan optimisme positif.

“Alhamdulillah, pergantian tahun baru di Provinsi Jawa Timur berlangsung aman, lancar dan juga kondusif. Seluruh warga merayakan dengan penuh optimisme yang positif menyambut datangnya tahun baru 2026,” ungkap Khofifah saat bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meninjau langsung kesiapan pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026 di sejumlah titik strategis di Kota Surabaya pada Rabu (31/12) malam.

Peninjauan dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Hadir dalam peninjauan ini, di antaranya Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto; Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin; Dankodaeral V, Laksda TNI Ali Triswanto, serta Kaskoarmada II, Laksma TNI Agam Endrasmoro. Rombongan Forkopimda mengecek Pos Pengamanan Operasi Lilin di sejumlah lokasi vital, yakni Pos Pam depan Cito kawasan dan Taman Bungkul.

“Di lokasi ini dinilai sebagai titik vital dengan mobilitas masyarakat yang tinggi selama libur Natal dan Tahun Baru,” kata Gubernur Khofifah.

Peninjauan, lanjutnya, meliputi kesiapan dan kehadiran personel, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, hingga mekanisme pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum. Khofifah mengapresiasi seluruh pihak, terutama jajaran TNI-Polri, instansi vertikal, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat yang telah bersinergi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Berita Terkait :  Pameran Edu Fair Smamda jadi Ajang Siswa Gali Informasi Perguruan Tinggi

Pihaknya juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat menjadikan malam pergantian tahun sebagai momentum refleksi kemanusiaan dan solidaritas nasional. Ia mengimbau agar perayaan Tahun Baru tidak berlebihan dan menggantinya dengan doa bersama lintas agama.

“Doa lintas agama sebagai bentuk refleksi kemanusiaan dan solidaritas nasional terhadap masyarakat yang sedang mengalami bencana. Sudah selayaknya kita hadir dengan empati, bukan euforia. Pergantian tahun kita maknai dengan doa dan keprihatinan,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan hasil pemantauan di sejumlah titik di Jawa Timur menunjukkan situasi yang aman dan terkendali. Beberapa jalur strategis, seperti Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan ruas jalan tol, terpantau lancar.

“Kegiatan pengamanan melibatkan 12 ribu yang meliputi gabungan TNI, POLRI dan Pemda serta stakeholder,” ungkapnya.

Alumnus Akpol 1990 ini mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan sebagai bentuk empati terhadap daerah-daerah yang tengah berduka akibat bencana.

“Ada tiga provinsi di Indonesia yang sedang mengalami musibah. Tidak elok jika kita tidak menunjukkan keprihatinan. Silakan menyambut Tahun Baru dengan cara yang sederhana, khidmat, dan penuh makna,” pungkasnya. [bed.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru