Pembangunan jembatan di depan SMPN 3 Kota Batu memasuki tahap pemasangan DUB, Senin (17/11). (anas/bhirawa)
Kota Batu,Bhirawa
Penyediaan pra sarana pedestrian dan jembatan yang memadai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di Jl Ir Sukarno, tepatnya di depan SMPN 3 Kota Batu. Sekarang proyek ini memasuki tahapan utama, yakni pemasangan Double U Box Culvert (DUB) berukuran 600×500 sentimeter. Karenanya, jalan raya yang menjadi akses utama yang menghubungkan Kota Batu dengan Kabupaten Malang diberlakukan penutupan total pada malam hari.
Penutupan Jl Ir Sukarno mulai dilakukan Senin (17/11) hingga Jumat (21/11). Penutupan dan rekayasa lalu lintas diberlakukan pada malam hari, tepatnya pukul 21.00–04.00 WIB. “Pada waktu inilah alat berat crane berkekuatan 100 ton akan mengangkat dan memasang DUB seberat 36 ton,” ujar Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Senin (17/11).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan pada malam hari dipilih demi keselamatan semua pihak. Sebelum jadwal penutupan diputuskan, Dinas PUPR lebih dulu menggelar rapat teknis dengan seluruh instansi terkait. Mulai Satuan Lalu Lintas Polres Batu, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dishub Kota Batu, hingga pihak SMPN 3 Kota Batu.
“Dan diputuskan oengerjaan dilakukan pada malam sampai pagi hari bertujuan agar menjaga keselamatan dan kenyamanan baik bagi pekerja maupun pengguna jalan ,” jelas Alfi.
Adapaun untuk rekayasa lalin selama proses pemasangan DUB dilakukan dengan pengalihan arus untuk mengurangi potensi kemacetan. Kendaraan besar dan berat dari Malang menuju Kota Batu dialihkan melalui Jl Diponegoro yang ada di desa Desa Mojorejo— Proliman Desa Junrejo— Batu Economis Park—BNS Desa Oro-oro Ombo—dan tembus ke Jl Sultan Agung Kelurahan Sisir.
Sementara kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa masuk melalui Jalan Ir Soekarno, namun harus berbelok ke kiri di depan Balai Desa Beji menuju Jalan Dusun Gondorejo, Desa Oro-oro Ombo. Dan seluruh jalur alternatif ini sudah dicek kelayakannya dan siap digunakan selama penutupan Jl Sukarno.
Ditambahkan Alfi bahwa pemasangan DUB menjadi salah satu bagian utama dalam pembangunan pedestrian baru di kawasan Jl Sukarno. Jika konstruksi ini rampung maka akses jalan ini akan lebih lebar dan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik bagi pengguna jalan maupun pelajar SMPN 3 Kota Batu. “Kalau pedestrian selesai, jalannya lebih rapi, lebih lebar dan keselamatan lebih bagus,” tambahnya.
Untuk itu Alfi juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jadwal penutupan dan menyesuaikan rute perjalanan dan jalur alternatif yang disediakan. Meskipun menimbulkan ketidaknyamanan untuk sementara, proyek ini sangat penting demi perbaikan akses dan keselamatan di salah satu jalur pendidikan paling ramai di Kota Batu. Karena itu proyek ini masuk kategori prioritas pembangunan.
Diketahui, proyek pembangunan pedestrian dan jembatan di depan SMPN 3 Kota Batu ini menelan anggaran Rp4,9 miliar. Proyek ini dikerjakan CV Bangun Teknik dengan waktu pengerjaan 120 hari kerja. Karenan itu proyek ini ditarget rampung sebelum pertengahan Desember 2025.
“Kami ingin Kota Batu semakin ramah bagi semua kalangan. Fasilitas pedestrian yang aman dan nyaman bukan hanya membantu mobilitas siswa, tapi juga mendorong masyarakat lebih banyak berjalan kaki. Selaras dengan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan,” tandas Alfi.(nas.hel)


