28.2 C
Sidoarjo
Tuesday, October 27, 2026
spot_img

Wisuda ke-123 Unesa, Lulusan Asing Angkat Kisah Perjuangan Mahasiswa Sudan


Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mewisuda 1.511 mahasiswa dalam Wisuda Periode ke-123 di Graha Unesa, Kampus Lidah Wetan, Surabaya. Pertama kalinya Unesa meluluskan mahasiswa asing, sebanyak delapan wisudawan asing dari Sudan, China, dan Thailand, kehadiran lulusan internasional menjadi bagian dari perkembangan Unesa dalam memperluas jangkauan pendidikan tinggi hingga ke tingkat global, Selasa (27/10).

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar, berinovasi, serta mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan. “Jangan pernah berhenti belajar, di luar sana, gelar Anda hanya bertahan beberapa tahun. Namun, kemampuan Anda untuk terus belajar akan bertahan seumur hidup,” jelasnya.

Lanjut Prof. Nurhasan menjelaskan karakter progresif harus diwujudkan melalui pola pikir maju, keterbukaan terhadap perubahan, dan keberanian keluar dari zona nyaman, Selain itu, lulusan diminta memiliki karakter kontributif dengan menghadirkan dampak positif di lingkungan masing-masing, baik sebagai pendidik, pengusaha, peneliti, politisi, maupun birokrat.

“Pastikan kehadiran Anda membawa dampak positif, Berikan solusi nyata atas masalah-masalah yang dihadapi bangsa ini, jadilah agen perubahan yang membawa kemanfaatan di mana pun Anda berada,” katanya.

Prof. Nurhasan berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial.

Berita Terkait :  Dispusip Surabaya Dorong Sekolah dan Perpustakaan Perkuat Ekosistem Literasi

Salah satu wisudawan asing Magister Management Unesa Yusra Ali Idris mengaku harus menghadapi sejumlah tantangan selama menempuh pendidikan di Indonesia, terutama kendala Bahasa, dukungan staf internasional dan pihak kampus membantunya beradaptasi hingga berhasil menyelesaikan studi.

“Saya sangat senang ketika pertama kali datang ke Indonesia untuk melanjutkan studi di Unesa, memang beberapa kesulitan yang harus saya hadapi, terutama kendala Bahasa, staf internasional dan pihak kampus banyak membantu saya melewati kesulitan tersebut,” tuturnya.

Menurut Yusra, lingkungan akademik Unesa memberikan dukungan yang memudahkan mahasiswa asing mengikuti perkuliahan, seperti kesempatan menjawab ujian menggunakan bahasa Inggris, sehingga dapat memahami materi dan menyelesaikan proses akademik dengan lebih baik.

“Dosen dan pembimbing di Unesa memberikan dukungan yang sangat besar kepada mahasiswa asing, kami diberi kesempatan menjawab ujian menggunakan bahasa Inggris sehingga lebih mudah memahami dan menyelesaikan proses perkuliahan,” ungkapnya.

Yusra menceritakan perjalanan akademiknya dimana turut mengangkat persoalan yang berkaitan dengan kondisi negara asalnya melalui penelitian tesis, dimana meneliti peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), personal branding, dan pengetahuan kewirausahaan terhadap keberhasilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sudan yang didirikan di luar negeri setelah perang dimulai pada 2023.

“Penelitian berangkat dari kondisi warga Sudan yang terdampak perang dan harus meninggalkan negara asal, saya berupaya memahami faktor-faktor yang mendukung keberhasilan warga Sudan dalam membangun dan mempertahankan usaha di luar negeri,” ujarnya. [ren.wwn]

Berita Terkait :  28 Persen Program Magang Guru SMK ke Luar Negeri dari Jatim

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!