28 C
Sidoarjo
Thursday, May 28, 2026
spot_img

Warga Keluhkan Aturan dan Teknis SPMB Surabaya


Surabaya, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya uji coba Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tercatat ada ribuan orang tua murid yang memanfaatkan posko pelayanan untuk melakukan verifikasi dan konsultasi.

Uji coba SPMB berlangsung mulai tanggal 22 sampai 28 Mei 2026, hari pertama pembukaan jumlah pelapor sudah mencapai ribuan orang, rata-rata keluhan dan pertanyaan yang masuk ke posko sekolah maupun dinas masih bersifat teknis. Selasa, (26/5/2026)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan sebagian besar kendala dan pertanyaan ke posko sekolah maupun dinas masih bersifat teknis, mulai dari kesulitan validasi data karena kendala dokumen kependudukan, sampai kebingungan mengenai jalur masuk.

“Banyak orang tua dengan permasalahan tertentu, misalnya anak tinggal dengan neneknya dan segala macam, Itu masalah ketentuan, kami sampaikan ada empat tahapan atau metode yang bisa dipakai, masalah jarak dan domisili juga masih menjadi pertanyaan utama para orang tua,” ujarnya.

Lanjut Febrina mengukapkan seluruh kendala terjembatani dan diselesaikan dengan baik oleh petugas di lapangan, Secara umum, sistem aplikasi SPMB dipastikan berjalan stabil selama masa uji coba berlangsung.

“Tidak ada kendala sistem seperti eror yang berjam-jam, kalaupun ada satu-dua masalah di lokasi, biasanya faktor alat atau gawai yang digunakan mandiri oleh warga, mereka mencoba di posko-posko kita, semuanya aman dan berjalan lancar,” ucapnya.

Berita Terkait :  Rekrutmen Guru untuk Sekolah Rakyat Wajib Lulus PPG

Febri mengimbau orang tua murid untuk memanfaatkan sisa waktu uji coba ini dengan semaksimal mungkin, agar masyarakat tidak meremehkan setiap tahapan pengisian data.

“Poin penting harus diperhatikan selama masa uji coba adalah kelengkapan dokumen, berkah pendukung dan pahami jadwal yang telah ditentukan, jangan sampai menggampangkan, dicek benar dokumen dan tahapannya, terkadang anak-anak submit saja takut kalau tidak didampingi, jadi orang tua harus benar-benar peduli dan cermat, karena pada saat hari H pelaksanaan, semua data sudah harus benar,” tutur Febri.

Febri menambahkan pada masa uji coba ini, mayoritas orang tua masih memprioritaskan sekolah negeri, sekolah swasta saat ini juga memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing.

“Negeri dan swasta itu jadi pertimbangan para orang tua, ini kalau misalkan di negeri belum beruntung, swasta terdekat dari rumah polanya sama karena kita kasih semua support, termasuk Bopda. Teman-teman sekolah swasta mestinya juga sudah punya strategi untuk terus meningkatkan mutu di sekolah masing-masing,” imbuhnya. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!