Sidoarjo, Bhirawa
Kehadiran masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara nasional masih jauh dari target. Pemerintah mengajak fasilitas kesehatan yakni klinik kesehatan dan dokter praktek, bisa kerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
”Ini PR Kita bersama, tidak hanya Puskesmas saja, tetapi juga klinik kesehatan, kerja bareng,” komentar Siti Haripi SKM MKes, Petugas dari Dinkes Provinsi Jatim, Senin (20/4) kemarin, kepada pengelola klinik kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, dalam acara peningkatan kapasitas manajemen jejaring pelayanan primer, di ruang rapat Delta Graha Setda Sidoarjo.
Program ini nanti ada kerjasama antara Pemerintah dengan klinik kesehatan. Pembiayaan kerja sama dengan BPJS kesehatan. Kepada 80 peserta pengelola klinik kesehatan di Kabupaten Sidoarjo , disampaikan pelayanan kesehatan yang bisa dikerjasamakan diantaranya ada 8 layanan. Seperti, layanan pengobatan TBC, Diabetes, kesehatan ibu anak, masalah Stunting, layanan hipertensi dan cek kesehatan gratis.
Data Dinas Kesehatan provinsi Jatim, klinik kesehatan di kabupaten Sidoarjo yang bekerjasama dalam program ini tambah banyak. Pada November 2025 masih ada 18 klinik kesehatan, sementara pada April 2026 sudah ada 127 klinik. ”Lumayan terus bertambah banyak,” kata Siti.
Data di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah klinik Kesehatan yang ada di kabupaten Sidoarjo ada sebanyak 214 unit. Diharapkan dengan pelayanan jejaring primer yang dilakukan bersama sama itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa tercapai.
”Program ini akan bisa berjalan baik, bila ada komitmen kita bersama untuk masyarakat kita,” ujarnya.
Menurut Siti, jumlah penduduk di Kabupaten Sidoarjo ada kurang lebih 2.5 juta. Menurutnya, kalau semuanya dilayani di 31 Puskesmas yang ada tidak akan bisa terlayani. Maka agar bisa terlayani, maka klinik kesehatan dan dokter praktek yang ada bisa menjalankan program itu.
Pihak Puskesmas yang ada di Kabupaten Sidoarjo, diharapkan tak sekedar minta data saja kepada klinik kesehatan. Tetapi juga ikut pantau perkembangan. Dengan meningkatkan kapasitas klinik dan kapabilitas klinik kesehatan. Misalnya ikut bersama sama membahas penanganan kasus kesehatan yang sedang ditangani klinik.
”Agar juga tahu kesehatan masyarakat Sidoarjo, masih aman aman saja atau banyak masyarakat yang sakit,” ujarnya. [kus.fen]


