Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) siapkan beasiswa jenjang sarjana, magister, dan doktor bagi atlet dan pelatih kontingen Indonesia berlaga pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Pembebasan biaya pendidikan jadi langkah Unesa membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, dan merespons capaian impresif tim Merah Putih yang melampaui target dengan raihan 8 medali emas, 8 perak, dan 22 perunggu pada ajang yang berlangsung 18-24 Oktober 2026, Senin (26/10).
Rektor Unesa, Nurhasan menagatakan negara dan lembaga pendidikan tinggi tidak boleh membiarkan atlet kebingungan menentukan arah karier setelah masa puncaknya di lapangan berakhir.
“Dengan perjuangan mengharumkan nama Indonesia pada ajang dunia ialah suatu pengorbanan luar biasa, kampus akan memberikan beasiswa pendidikan agar para atlet, pelatih, dan ofisial memiliki kepastian masa depan akademik pasca-kompetisi,” jelasnya.
Lanjut Nurhasan menjelaskan bahwa skema apresiasi mencakup pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jenjang sarjana, pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3), kampus menyediakan jalur mengonversi rekam jejak, pengalaman, dan prestasi olahraga tingkat dunia menjadi bobot SKS perkuliahan, tentu dengan skema asesmen yang terukur.
“Guna memastikan kualitas kualifikasi lulusan, seluruh penerima beasiswa tetap diwajibkan menjaga stabilitas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan konsistensi pembinaan olahraga selama menempuh studi di Unesa,” pungkasnya.
Manfaat kebijakan dirasakan langsung atlet renang nasional yang merupakan mahasiswa S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa, Mutiara Cantik Hartanto, setelah menyumbangkan medali perunggu pada nomor 4×100 meter medley relay 34 points, dan medali perak Women’s 100m breaststrokes SB9. Prestasi lain diraih oleh mahasiswa prodi S2 Manajemen Olahraga, Ken Swagumilang yang mendapatkan dua medali perak dalam compound men’s doubles dan compound mixed team. Lalu ada Maulana Rifky Yavianda, mahasiswa S2 Manajemen Olahraga Unesa yang mendapatkan medali perak dalam cabor renang dengan nomor men’s 50m freestyle S13.
Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengukapkan positif langkah strategis Unesa yang selalu konsisten mendampingi atlet disabilitas Indonesia melalui integrasi prestasi olahraga dan pendidikan tinggi. [ren.wwn]




