31.6 C
Sidoarjo
Tuesday, August 11, 2026
spot_img

Transformasi Dolly, UMKM Gotong Royong Menuju Pasar Ekspor

Jakarta, Bhirawa – Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo menilai peluang ekspor bagi pelaku UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya, bekas lokalisasi Dolly, sangat besar. Pernyataan itu disampaikan saat Andreas berbagi cerita sukses para pelaku usaha dalam rangkaian Klinik UMKM Gotong Royong yang digelar di kawasan tersebut dan ditemui di Jakarta hari ini, Selasa (11/8).

Dalam kesempatan itu, Andreas menekankan pentingnya UMKM dalam struktur ekonomi nasional. Menurutnya, sektor ini menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja Indonesia dan 65 persennya adalah perempuan.

“Sektor UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM,” ujarnya.

Dukungan Andreas tersebut tercetus ketika dirinya menanggapi permintaan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar UMKM Gotong Royong diarahkan juga untuk membantu pelaku usaha yang mulai berkembang. Risma mencontohkan seperti program Pahlawan Ekonomi, agar produk mereka bisa naik kelas ke pasar internasional.

“Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang,” kata dia mantan Wali Kota perempuan pertama Kota Surabaya itu.

Risma menegaskan bahwa sebelum berbicara ekspor, fondasi pasar dalam negeri harus kuat. Ia memberi contoh Pahlawan Ekonomi yang sudah eksis, antara lain Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De’nil, dan Diah Cookies. Di sisi lain, para alumni Pahlawan Ekonomi dari kawasan Putat Jaya, yang menjadi inisiator acara, telah menunjukkan keberhasilan dengan produk seperti Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, dan Sablon Indana Production.

Berita Terkait :  Dinamika Pasar, PT Indosat Pertahankan Profitabilitas dan Perkuat Fondasi Bisnis

Klinik UMKM Gotong Royong yang diadakan berkat kerjasama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya dan DPR RI memberi pendampingan komprehensif bagi para pelaku usaha di eks Dolly.

Pendampingan mencakup pengurusan izin (NIB), hak kekayaan intelektual (HAKI), produksi, pemasaran online, hingga pengelolaan keuangan. Program ini juga dilengkapi aplikasi UMKM Gotong Royong sebagai sarana pendampingan aktif dan responsif.

Peserta Klinik UMKM Gotong Royong menaruh perhatian pada cara memperkenalkan produk UMKM ke instansi, lembaga yang lebih luas, dan sekolah-sekolah.

Risma menekankan, jika para pelaku UMKM tidak boleh bergantung hanya pada dukungan instansi atau dinas. Kunci pemasaran, menurutnya, adalah kekuatan produk dan kesiapan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk lewat penjualan daring.

Ia mencontohkan pengalamannya menggandeng platform digital global untuk membantu UMKM Surabaya berjualan online sejak program Pahlawan Ekonomi diluncurkan.

Risma menyebut pelatihan lanjutan tentang pemasaran digital, packaging, dan branding akan menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan bagi peserta workshop Klinik UMKM Gotog Royong. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!