Kab Malang, Bhirawa — Guyuran hujan lebat beberapa hari lalu memicu banjir dan tanah longsor di tujuh kecamatan Kabupaten Malang. Pemerintah Kabupaten Malang pun segera bergerak melalui BPBD untuk menanggulangi dampak bencana tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menyampaikan hal itu kepada Bhirawa, Kamis (5/11/2026). Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Senin (2/11/2026) berdampak di tujuh kecamatan, merusak sejumlah fasilitas umum dan menyebabkan tanah longsor di sejumlah jalan desa. Selain itu, luapan sungai juga merendam beberapa rumah warga, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Pemkab Malang telah menyiapkan anggaran khusus melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD untuk penanganan darurat. Dana ini mencakup kebutuhan mendesak seperti penanganan tanggap darurat, kebutuhan dasar korban, perbaikan infrastruktur darurat, serta operasional tim dan relawan di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto, menjelaskan bahwa tanah longsor di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading yang sempat menutup jalur utama Malang–Lumajang, kini sudah dapat dilalui kembali setelah dibersihkan oleh petugas PU Provinsi Jawa Timur. Di sisi lain, luapan Sungai Lesti di Desa Bantur dan Sungai Penguluran di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga sempat merendam jalan dan rumah warga, namun tidak menimbulkan kerusakan bangunan. Jika terjadi kerusakan pada penahan bangunan sungai, perbaikannya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). [cyn.kt]


