Surabaya, Bhirawa
Pembinaan atlet judo usia pelajar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur mulai menunjukkan hasil. Hal itu terlihat dari keberhasilan atlet daerah meraih medali emas dalam cabang olahraga (cabor) judo pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur.
Sejumlah daerah yang berhasil menyumbangkan medali emas antara lain Kota Mojokerto, Bangkalan, Sumenep, Pasuruan, Trenggalek, Sidoarjo, dan Tuban. Hasil tersebut menunjukkan potensi atlet muda judo tidak hanya berkembang di kota besar, tetapi juga mulai tumbuh di berbagai daerah.
Kota Mojokerto dan Bangkalan masing-masing berhasil meraih dua medali emas. Atlet Mojokerto meraih emas di kelas -50 kilogram dan -73 kilogram, sedangkan atlet Bangkalan berjaya di kelas -48 kilogram dan -63 kilogram. Sementara itu, Sumenep, Sidoarjo, Trenggalek, Tuban, dan Pasuruan masing-masing menyumbangkan satu medali emas.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (Pengprov PJSI) Jawa Timur, Dr. Yoyok Subagiono, S.I.K., M.Si., mengatakan hasil pertandingan tersebut memperlihatkan munculnya sejumlah bibit atlet potensial dari daerah.
“Dari pertandingan Popda yang sudah berlangsung, muncul bibit-bibit baru dari Mojokerto, Bangkalan, Sidoarjo, Trenggalek, Pasuruan, Tuban, dan Sumenep,” kata Yoyok.
Menurut dia, hasil Popda XV Jatim dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi pelatih dan pengurus PJSI di daerah untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Konsistensi latihan dan kesempatan mengikuti kompetisi dinilai penting agar kemampuan atlet muda terus berkembang.
PJSI Jawa Timur juga berencana meningkatkan frekuensi kejuaraan judo tingkat pelajar. Langkah tersebut diharapkan dapat memperbanyak kesempatan bertanding sekaligus menambah pengalaman dan jam terbang atlet. “Kita akan gelar kejuaraan-kejuaraan lainnya, sehingga dapat menambah pengalaman dan jam terbang bertanding,” ujar Yoyok.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Popda XV Jawa Timur cabor judo, Dr. Ismojo Herdono, M.Med.Kom., mengatakan persaingan ketat juga terjadi pada nomor beregu. Dalam pertandingan tersebut, tim Surabaya berhasil mengalahkan tim Kota Malang dan meraih medali emas.
Menurut Ismojo, keberhasilan tersebut diharapkan dapat memacu daerah lain untuk meningkatkan pembinaan dan mempersiapkan atlet secara lebih optimal. “Para pejudo dari Surabaya meraih medali emas di nomor beregu. Tentu ini menjadi pelecut bagi tim dari daerah lainnya, untuk lebih giat dan semangat berlatih,” ujar Ismojo yang juga dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra.
Pertandingan judo Popda XV Jawa Timur berlangsung di Dojo Kertajaya, Surabaya, mulai Minggu (1/11) hingga Kamis (5/11). Secara keseluruhan, pelaksanaan pertandingan berlangsung lancar.
Dalam ajang tersebut, tim judo Surabaya menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak dengan raihan enam emas. Medali tersebut diperoleh dari kelas -81 kilogram, +81 kilogram, -44 kilogram, -57 kilogram, +63 kilogram, serta nomor beregu campuran.
Hasil Popda XV Jatim ini diharapkan menjadi bagian dari proses regenerasi atlet judo Jawa Timur. Para atlet pelajar yang menunjukkan potensi dan prestasi akan diproyeksikan sebagai calon atlet pelapis tim judo senior Jawa Timur.
Dengan semakin banyaknya atlet potensial yang muncul dari berbagai daerah, pembinaan judo pelajar diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan prestasi judo Jawa Timur di tingkat nasional. wwn


