Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan semakin memberatkan kehidupan sehari-hari warga.
Di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, warga di tiga dusun harus berjuang menghadapi krisis air bersih setelah sumur-sumur warga mengering dan menyisakan air keruh yang tak lagi layak dikonsumsi.
Kondisi memprihatinkan tersebut dialami warga di Dusun Sumbertelur, Dusun Grubyuk dan Dusun Krajan V.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, minum dan sanitasi, sebagian warga terpaksa menghemat penggunaan air secara ketat atau mencari pasokan ke wilayah tetangga
Keluhan mendalam dirasakan oleh warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari sumur galian.
“Sudah beberapa minggu ini air sumur makin mengecil, bahkan ada yang kering sama sekali. Kalaupun ada airnya, kondisinya keruh. Jadi tidak berani dipakai masak atau minum. Kami benar-benar bingung kalau tidak ada bantuan pasokan air,” ujar Sulastri (48), warga Dusun Krajan V, Kamis (3/9).
Keluhan serupa disampaikan oleh warga lainnya yang berharap adanya perhatian berkelanjutan dari pihak terkait selama musim kemarau berlangsung.
“Kalau mengandalkan sumur sendiri sudah tidak memungkinkan. Kami sangat berharap ada armada tangki air bisa rutin datang ke desa kami, minimal satu atau dua kali seminggu, sampai musim hujan tiba,” jelas Jariadi, (52), warga setempat.
Merespons jeritan dan kesulitan warga di tiga dusun tersebut, Kepolisian Resor Pasuruan turun langsung menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta paket sembako pada Kamis sore.
Kegiatan tanggap darurat yang dipusatkan di Dusun Krajan V, Desa Kedungrejo, tersebut dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dan diikuti sekitar 30 warga penerima bantuan.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Polres Pasuruan Ajun Komisaris Besar Harto Agung Cahyono, dengan didampingi jajaran Pejabat Utama Polres Pasuruan, Kapolsek Winongan, unsur Muspika Winongan, personel Koramil Winongan, serta Pemerintah Desa Kedungrejo.
Menanggapi keluhan warga terkait minimnya pasokan air, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menjelaskan kepolisian berkomitmen untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Ia memastikan pendistribusian air bersih tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja.
“Bantuan air bersih ini kami harapkan dapat terus berlanjut, termasuk melalui koordinasi intensif jajaran Polsek Winongan. Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terus terbantu hingga situasi kembali normal,” kata Harto di sela-sela penyerahan bantuan.
Selain mendistribusikan armada tangki air bersih, Polres Pasuruan juga menyerahkan paket sembako secara simbolis dan dilanjutkan dengan skema penyerahan langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) kepada warga lansia serta keluarga kurang mampu.
“Kami juga menyerahkan bantuan langsung berupa paket sembako. Termasuk ke lansia dan warga kurang mampu secara door to door,” papar
Harto.
Di tengah situasi sulit akibat kekeringan, Kapolres Pasuruan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Harto mengingatkan warga agar tetap mengedepankan musyawarah jika terjadi kendala teknis dalam pembagian air di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kerukunan antarwarga, tidak melupakan ibadah, serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui musyawarah bersama pemerintah desa. Dengan demikian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Winongan dapat terus terjaga secara aman dan kondusif,” imbuh Harto. [hil.hel]

