Pemprov Jatim, Bhirawa. – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjenguk pasien korban dugaan keracunan setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo yang masih menjalani perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026) pagi.
Didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Dra. Restu Novi Widiani, M.M, Gubernur Khofifah menengok satu persatu korban yang tengah mendapatkan perawatan, sekaligus berdialog mengenai kondisi setelah mendapat perawatan.
Gubernur Khofifah menjelaskan, di RSI Siti Hajar Sidoarjo terdapat 27 pasien yang tengah menjalani perawatan. Namun 24 pasien diantaranya sudah membaik dan boleh pulang. “24 pasien sudah boleh pulang oleh dokternya, namun 3 diantaranya masih harus menjalani observasi. Setiap pasien mengaku mengeluh mual dan pusing, namun keluhan tersebut sudah tak lagi dirasakan,” jelasnya.
Tak hanya memastikan kondisi pasien, Gubernur Khofifah juga memberikan bingkisan kepada para korban yang masih menjalani perawatan, termasuk yang di RSUD Notopuro Sidoarjo dan RS Delta Surya. Bingkisan diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para pasien selama menjalani proses pemulihan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh pihak, termasuk setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses penyajian MBG. “Bahwa kasus ini dimasak diwaktu yang sama dengan format yang sama, namun pengirimannya yang berbeda. Ada yang diantar lebih awal tetap aman, namun yang pengirimannya terlambat ada masalah,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Rabu (2/9/2026), Jatim Social Care (JSC) Dinsos Jatim turut melakukan pendampingan terhadap para korban selama proses penanganan. Pendampingan dilakukan dengan membantu mobilitas serta memastikan kebutuhan para korban dapat terpenuhi.
Kepala Dinsos Jatim Dra. Restu Novi Widiani, M.M. menjelaskan, JSC terus berkoordinasi dalam memberikan pendampingan kepada korban sesuai kebutuhan korban. “JSC akan terus mendampingi dan memastikan kebutuhan para korban selama proses penanganan dapat terpenuhi dengan baik,” tuturnya.
Dengan demikian, Pemprov Jatim akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secara optimal. Terlebih juga mendorong monitoring dan evaluasi terhadap kejadian tersebut agar tidak terulang kembali.[rac,kus.ca]

