Surabaya, Bhirawa – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) berupaya memperluas jangkauan publikasi hasil riset dan inovasi sivitas akademika hingga tingkat nasional dan internasional. Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan PT NoLimit Indonesia.
Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., M.M., Ph.D., mengatakan, perluasan publikasi diperlukan agar berbagai hasil penelitian dan inovasi dosen maupun mahasiswa semakin dikenal masyarakat serta memberikan manfaat yang lebih luas.
Menurutnya, Fakultas Vokasi Unair yang memiliki 20 program studi menghasilkan beragam kegiatan dan inovasi. Namun, hasil karya tersebut masih perlu mendapatkan eksposur lebih luas, mengingat jangkauan publikasi selama ini dinilai masih terbatas pada lingkup lokal.
“Hasil riset dan inovasi tersebut perlu dipublikasikan secara luas agar lebih bermanfaat dan berdampak. Kami ingin hasil penelitian tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi juga dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dian menjelaskan, publikasi menjadi bagian penting dari proses hilirisasi riset. Melalui dukungan media, hasil penelitian diharapkan tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut juga mencakup peningkatan publikasi hasil penelitian mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa vokasi tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang dapat diterapkan, tetapi juga perlu aktif mengembangkan gagasan melalui tulisan dan penelitian.
Ia berharap kolaborasi dengan media dapat memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan, kompetensi, dan inovasi Fakultas Vokasi Unair. Selain memperkuat reputasi institusi, publikasi tersebut diharapkan membantu masyarakat dan dunia industri mengenali potensi serta hasil karya mahasiswa.
Dalam kerja sama ini, media juga diharapkan menjadi penghubung antara perguruan tinggi dan industri. Dengan demikian, riset dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat lebih dikenal sekaligus diarahkan agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Dian Yulie Reindrawati, ISKI Jatim Suko Widodo dan CEO PT NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa.
Sementara itu, Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur, Suko Widodo, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci untuk memperluas pemanfaatan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab tantangan perubahan zaman.
Menurut Suko, perguruan tinggi perlu lebih terbuka dalam membangun kerja sama dengan berbagai lembaga di luar kampus. Kolaborasi tersebut penting untuk mewujudkan link and match antara pengetahuan akademik dan kebutuhan praktis di lapangan.
“Kampus memiliki pengetahuan, sementara di luar ada berbagai lembaga yang memiliki fasilitas dan sumber daya. Hanya melalui kolaborasi, link and match itu bisa terwujud,” ujarnya.
Ia menilai kerja sama antara Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) dan PT NoLimit Indonesia menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi kedua pihak. NoLimit memiliki fasilitas yang dapat dikembangkan, sedangkan perguruan tinggi memiliki pengetahuan yang perlu didistribusikan secara lebih luas.
Menurutnya, sinergi tersebut memungkinkan fasilitas industri dan kapasitas akademik saling melengkapi. Dengan demikian, hasil pengetahuan dari kampus tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.
“Hubungan NoLimit dan Unair ini merupakan cara untuk menjawab persoalan bersama terkait perubahan-perubahan yang terjadi saat ini maupun pada masa mendatang,” pungkasnya.
Selain mendukung publikasi, PT NoLimit Indonesia memberikan 100 akses dashboard aplikasi NoLimit yang dapat digunakan mahasiswa secara bergantian tanpa biaya. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa mempraktikkan pemantauan media (media monitoring), pencarian isu, serta perencanaan kampanye dan media dengan dukungan teknologi big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
CEO PT NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa mengatakan, dukungan perangkat teknologi tersebut diharapkan mempersempit kesenjangan antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa vokasi perlu memperoleh pengalaman praktik agar keterampilan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan media, Fakultas Vokasi Unair berharap publikasi riset dan inovasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian dalam kehidupan nyata. [ina.kt]






