Jember, Bhirawa – Jajaran UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Jember menggelar pameran skill brew coffee dan baked cake yang diikuti oleh puluhan siswa kejuruan barista dan pastry, Selasa (7/7).
Acara yang berlangsung di workshop Teknologi Pengolahan Agroindustri dan Barista BLK Jember ini sengaja digelar untuk mempertemukan langsung para siswa dengan jajaran manajemen industri, mulai dari Human Resources Department (HRD), Manajer, hingga
Owner (pemilik usaha) dari berbagai perusahaan kuliner dan perhotelan terkemuka di Jember. Tidak hanya dari dunia usaha, acara ini juga dihadiri oleh kalangan akademisi, salah satunya Dekan Fakultas Pengolahan Hasil Pertanian.
Pameran ini menjadi panggung pembuktian kompetensi kerja yang penting, mengingat industri kuliner dan perhotelan saat ini menuntut standardisasi keahlian yang tinggi serta sertifikasi resmi.
Melalui skema link and match, BLK Jember berupaya memangkas celah antara pasokan tenaga kerja terampil dengan kebutuhan riil pasar industri. Kesuksesan para siswa dalam menguasai materi ini tidak lepas dari bimbingan Putri Gita Kurniasari, instruktur pelatihan Pembuatan Roti dan Kue sekaligus pelatihan Barista di BLK Jember.
Perempuan yang juga dikenal sebagai owner dari Waco Café-sebuah kedai kopi yang berlokasi di Jalan Kalimantan VI, depan Kampus Universitas Jember-ini mendampingi langsung para siswa hingga siap membuktikan kompetensi mereka.Kegiatan ini diselenggarakan dengan memadukan unjuk keahlian teknis dan aspek komersial.
Aroma kopi segar dan kue yang baru matang langsung menyambut para undangan di ruang workshop. Para siswa menunjukkan kematangan skill lewat live demo pembuatan kopi manual brew dan minuman matcha berry. Proses kerja yang bersih, terstruktur, dan penuh percaya diri ini mendapat perhatian serius dari para praktisi industri serta akademisi yang hadir. Mereka bahkan diajak langsung mencicipi produk akhir untuk menguji konsistensi rasa dan visualnya.
Selain unjuk kemampuan, kreativitas siswa juga tersaji lewat bazar produk unggulan hasil pelatihan yang ramai dipadati pengunjung.Kualitas yang ditunjukkan oleh para siswa ini pun mendapat apresiasi positif dari para mitra industri yang hadir.
Uzha, seorang pelaku usaha industri kopi di Jember. “Cita rasanya sudah seimbang dengan perpaduan asam dan manis yang pas. Hal tersebut membuktikan bahwa teknik pouring dan grinding yang diterapkan siswa sudah akurat,” ujarnya di sela-sela memantau booth siswa dan area bazar.
Hal senada juga disampaikan oleh pihak HRD Hotel Fortuna Grande yang turut memantau jalannya acara untuk membidik talenta baru. “Kebijakan rekrutmen di hotel kami mensyaratkan kepemilikan sertifikat kompetensi BNSP.
Dengan demikian, kurikulum pelatihan di BLK sudah berjalan beriringan dengan standar yang kami terapkan,” ungkapnya.
Melalui pameran dan bazar yang sukses mempertemukan pasokan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar serta dunia akademis ini, BLK Jember berharap angka keterserapan lulusan kejuruan dapat melonjak signifikan.
Acara ini menegaskan komitmen BLK Jember untuk tidak hanya sekadar melatih dan memberikan sertifikasi, tetapi juga mengantarkan para siswanya hingga benar-benar mendapatkan penempatan kerja yang layak di dunia industri kerja yang sesungguhnya. [awi.geh.wwn]


