Surabaya, Bhirawa – PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding pembangkitan PT PLN (Persero), mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025.
Melalui penguatan strategi operasional, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya pembangkitan, PLN NP berhasil merealisasikan produksi energi listrik sebesar 66.919 GWh.
Capaian tersebut turut diperkuat oleh keberhasilan perusahaan dalam melakukan optimasi Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 11,4%.
Efisiensi ini dicapai melalui pengelolaan energy mix yang semakin optimal, sehingga mampu meningkatkan efektivitas proses pembangkitan sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan sistem ketenagalistrikan nasional.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengungkapkan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan PLN NP serta wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi secara berkelanjutan.
“PLN NP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses pembangkitan berjalan semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan,” terangnya, Selasa (7/7).
Dari aspek keandalan pembangkit, PLN NP juga mencatatkan kinerja positif. Hal ini tercermin dari capaian sejumlah indikator teknis utama, salah satunya Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada PLTU yang berhasil melampaui target.
Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan kesiapan dan keandalan unit pembangkit PLN NP dalam mendukung pasokan listrik nasional yang stabil, andal, dan berkualitas.
Untuk itu, PLN NP terus mendukung agenda transformasi PLN melalui program Green and Lean. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui program pengurangan emisi karbon yang berhasil mencapai 1,46% atau setara dengan 110% dari target tahun 2025.
Capaian ini menjadi bagian dari komitmen PLN NP dalam mendukung transisi energi serta pengelolaan pembangkitan yang lebih ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, turut memberikan apresiasi atas kontribusi PLN NP dalam mendukung pencapaian target operasional dan efisiensi biaya di lingkungan PLN Group. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Nusantara Power.
“Saya mengapresiasi pencapaian luar biasa PLN NP yang mampu menjaga kinerja produksi energi listrik secara solid, sekaligus menurunkan Biaya Pokok Produksi secara signifikan. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata PLN NP dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional, efisiensi perusahaan, serta sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam optimalisasi biaya di lingkungan PLN Group,” jelasnya.
Selain dari bisnis utama penyediaan tenaga listrik, PLN NP juga mencatatkan kinerja positif pada sektor non-kelistrikan melalui pendapatan Beyond kWh atau pendapatan di luar penjualan tenaga listrik sebesar Rp1,1 triliun. Realisasi tersebut mencapai 160% dari target sebesar Rp688 miliar.
Pendapatan Beyond kWh tersebut berasal dari berbagai lini usaha, termasuk proyek internasional di Malaysia, Bangladesh dan Timor Leste.
Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar global terhadap kompetensi PLN NP dalam pengelolaan proyek energi, baik di dalam negeri maupun lintas negara.
Di bidang tata kelola, PLN NP turut menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Hal ini dibuktikan melalui keberhasilan PLN NP meraih skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level GCG di seluruh entitas PLN Group.
Pencapaian tersebut menegaskan bahwa integritas, transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam setiap proses bisnis dan operasional perusahaan.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi hijau, tetapi juga tentang integritas dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” papar Ruly.
Selain berbagai capaian tersebut, PLN Nusantara Power juga terus memperkuat portofolio pembangkit melalui pengembangan pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 696,9 MW yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN NP dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan energi di masa mendatang. [riq.gat]


