Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo, Mas Rio memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Paguyuban Burnik City atas kontribusinya dalam peningkatan masyarakat melalui UMKM.
Apresiasi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo layak diberikan kepada Kadari, sebagai Ketua Paguyuban Burnik City atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengelolaan wisata kuliner Burnik City selama satu tahun.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Situbondo saat menghadiri peringatan launching kawasan Burnik City. Bupati Mas Rio menilai, Burnik City tidak hanya menjadi pusat kegiatan hiburan dan ekonomi masyarakat, namun juga mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal melalui berbagai event yang digelar secara rutin.
“Kehadiran Burnik City sebagai destinasi wisata kuliner telah menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi UMKM dan menghapus kesan sebagai tempat prostitusi liar,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
Dengan hadirnya wisata kuliner Burnik City ini, lanjutnya, maka kesan buruk tentang tempat tersebut kini hilang atau terhapus.
“Kala itu burnik terkenal sebagai tempat prostitusi terselubung. Tapi, kini Burnik terkenal tempat wisata kuliner yang menyajikan makanan dan minuman tradisional maupun makanan kekinian,” tuturnya.
Kedepan ia berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola UMKM di Burnik City bisa terus terjalin demi mendukung perputaran ekonomi daerah setempat serta pemberdayaan masyarakat Situbondo.
“Saya ucapkan selamat kepada Kadari sebagai Ketua Paguyuban Burnik City yang telah mengelola UMKM selama satu tahun. Saya juga berharap muncul kader-kader pejuang UMKM seperti Mas Kadari. Karena saya mengamati maju dan tidak suatu gagasan tempat kuliner maupun wisata ada aktor atau orang yang bersemangat untuk terus mengembangkan gagasannya seperti Mas Kadari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, semoga tempat-tempat kuliner UMKM yang ada di Kabupaten Situbondo terus berkembang dan mampu berinovasi serta ada kader-kader muda yang bersemangat untuk mengelola pusat-pusat UMKM.
“Termasuk yang ikut menjajakan produk kuliner khas Situbondo,” pungkas Mas Rio. [awi.kt]


