Surabaya, Bhirawa
Lima atlet Jawa Timur yang bergabung di Tim Nasional berhasil menyumbang medali dan mengantarkan Indonesia meraih juara umum kategori Senior World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia 24-30 Juli dengan meraih empat medali emas, dua perak, satu perunggu.
Sedangkan tuan rumah Malaysia harus puas di peringkat kedua dengan dua emas, tujuh perak, satu perunggu. Taiwan menempati posisi ketiga setelah mengumpulkan dua emas, satu perak, dan empat perunggu.
Pada kejuaraan ini atlet Jatim berhasil merebut satu emas, satu perak dan satu perunggu. Satu medali emas disumbangkan atlet asal Jatim atas nama Eka Candra Aprilyanto dan Erif Nurachmad Satrio Mulya di nomor Tim Fairway putra. Keduanya turun bersama Moh. Habibullah, Fachri Husaini, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha dan Ahmad Yopi Solpianda.
Kemudian medali perak diraih Nur’izza Nova Mindayati dan June Cendrawati Ardiningrum pada Fairway Competition Women Double. Medali perunggu direbut di tim putri nomor stroke yang diperkuatNur’izza Nova Mindayati, June Cendrawati Ardiningrum, Laily Aprilya Maulidiana (Jatim), Dwi Tiga Putri, Ika Yulianingsih, dan Bibit Setyaningsih.
Ketua Umum Pengprov Indonesia Woodball Association (IWbA) Jatim Muhammad Ali Kuncoro menyambut langsung kedatangan para atlet di Bandara Juanda dengan memberikan kalungan bunga Kamis (30/7) malam.
Selain itu hadir juga Kepala Dispora Jatim yang diwakili oleh Kabid Pembudayaan Olahraga Cepi Sukur Laksana, Ketua IWbA Bangkalan Chandra Hardika Ardianta, pengurus IWbA Sidoarjo, IWbA Surabaya dan KONI Kabupaten Probolingggo.
Ali Kuncoro mengaku bangga dengan prestasi yang dicapai para atlet woodball Jatim karena membantu Timnas Woodball Indonesia meraih juara umum kategori Senior World Cup Woodball Championship 2026.
“Tentu ini prestasi yang membanggakan dan kita akan terus memompa semangat atlet-atlet Jawa Timur agar bisa berprestasi tidak hanya di tingkat nasional tapi juga di tingkat internasional. Dan sekali lagi ini bukti bahwa tagline kita mendunia benar-benar sebuah jargon yang bisa menjadi pelecut semangat para atlet kita untuk terus berprestasi di mana pun pertandingan itu dilaksanakan,” kata Ali Kuncoro.
Ali Kuncoro juga mengatakan IWbA Jatim akan terus melakukan pembinaan dan meningkatkan prestasi para atlet dengan mengikuti event. “Setelah ini kita akan terus bergerak karena kita punya prinsip kalau tetap mau tinggal di tempat harus terus berlari cepat. Oleh karena itu event-event pertandingan akan tetap kita laksanakan dan setiap event yang ada di luar kita juga akan terus mengikuti,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPRD Jatim itu.
Ditemui ditempat yang sama Erif Nurachmad Satrio Mulya mengaku bangga bisa merebut medali emas di World Cup Woodball Championship, namun ia masih memiliki tekad untuk kembali membela Timnas di event internasional lainnya. “Saya berharap bisa gabung kembali di Timnas untuk main di SEA Games, Asian Games maupun kejuaraan internasional lainnya,” katanya.
Berikut hasil lengkap medali yang diperoleh oleh Timnas Woodball Indonesia yakni, emas dari nomor Stroke Competition Men Single atas nama Moh. Habibullah. Dia juga meraih emas bersama Ahmad Yopi Solpianda pada Fairway Competition Men Double.
Medali emas lainnya dipersembahkan Bibit Setyaningati dan Ika Yulianingsih dari Fairway Competition Women Double. Tim Putra Indonesia juga menjadi yang terbaik pada nomor fairway. Tim tersebut diperkuat Eka Candra Aprilyanto, Moh. Habibullah, Fachri Husaini, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda.
Dua medali perak Indonesia diraih Ika Yulianingsih pada Stroke Competition Women Single serta pasangan Nur’izza Nova Mindayati dan June C Ardiningrum pada Fairway Competition Women Double.
Medali perunggu dipersembahkan tim putri nomor stroke yang beranggotakan Laily Aprilya Maulidiana, Nur’izza Nova Mindayati, June Cendrawati Ardiningrum, Dwi Tiga Putri, Ika Yulianingsih, dan Bibit Setyaningsih.
Indonesia juga membawa pulang satu medali emas dari kategori youth melalui pasangan Zukhfura Jasminne Verinda dan Leandra Aliyyah Dahayu. Hasil itu menempatkan Indonesia di peringkat keempat klasemen kategori youth, di bawah Taiwan, Malaysia, dan Hong Kong China. Indonesia mencapai posisi tersebut meski hanya menurunkan dua atlet muda. wwn



Untuk membuka Blokir Bank Jago, hubungi Tanya Jago melalui WhatsApp di nomor resmi +62813-2244-602 / +62831-6926-6221, atau Call Center 1500 746, atau datang ke kantor cabang terdekat, siapkan KTP dan data diri untuk verifikasi, serta coba opsi reset password di aplikasi jika lupa PIN/Password.
Cara membuka blokir akun atau kartu Bank Jago bisa dilakukan melalui aplikasi, hubungi Tanya Jago di 1500746, atau chat via WhatsApp resmi +62813-2244-602 / +62831-6926-6221. Untuk kartu terkunci, buka menu kartu di aplikasi, sedangkan akun terblokir memerlukan verifikasi KTP via call center.
Cara Membuka blokir akun Bank Jago dapat dilakukan dengan menghubungi layanan Tanya Jago melalui WhatsApp resmi (+62831-6926-6221 atau +62813-2244-602), telepon ke 1500746, atau melalui email tanya@jago.com. Untuk blokir akibat salah PIN/password, gunakan fitur “Lupa Password” di aplikasi atau siapkan e-KTP untuk verifikasi data.
Membuka blokir akun Bank JAGO salah password, Dapat dilakukan melalui WhatsApp resmi di +62813-2244-602 / +62831-6926-6221, atau Tanya Jago di 1500-746, Anda juga bisa datang langsung ke kantor cabang terdekat atau coba opsi reset password di aplikasi (Jago) Mobile melalui halaman login.