27 C
Sidoarjo
Sunday, April 26, 2026
spot_img

Kawal Indonesia Emas 2045, Wali Kota Mas Adi Bentengi Pelajar Pasuruan dari Narkotika

Pemkot Pasurun, Bhirawa
Pemkot Pasuruan terus memperkuat upaya preventif guna melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Langkah tersebut menjadi krusial di tengah upaya Indonesia mengoptimalkan periode bonus demografi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sosialisasi bahaya narkotika yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) di SMA Negeri 4 Kota Pasuruan, Jumat (24/4), Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama pembangunan.

Tanpa perlindungan terhadap generasi muda, potensi ekonomi dari penduduk usia produktif dikhawatirkan akan sirna.

“Indonesia saat ini tengah menghadapi momentum penting. Pada tahun 2030, sekitar 70 persen penduduk kita berada pada usia produktif. Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” tandas Mas Adi, sapaan akrabnya.

Namun, ia mengingatkan jendela peluang tersebut hanya tersisa sekitar 11 tahun lagi. Jika persiapan kualitas SDM tidak dilakukan secara matang, bonus demografi tersebut justru berisiko menjadi beban sosial atau bencana demografi.

Mas Adi, menganalogikan penyalahgunaan narkotika sebagai bentuk penjajahan baru. Jika dulu perjuangan bangsa terfokus pada kemerdekaan fisik dan pengentasan kemiskinan, kini tantangannya beralih pada ketahanan mental dan spiritual generasi penerus.

Menurutnya, narkoba bukan sekadar masalah kesehatan atau kriminalitas semata, melainkan ancaman sistemik yang merusak tatanan sosial.

Hal itu terlihat dari korelasi kuat antara angka kriminalitas dan tren penyalahgunaan zat terlarang di masyarakat.

Berita Terkait :  Sukseskan Pilkada Situbondo, KPU dan Pers Bagikan Stiker Merchandise pada Pengendara

“Penguatan SDM tidak hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual. Sebagai kota yang dikenal dengan identitas religius atau Kota Santri, nilai-nilai tersebut harus menjadi filter utama dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Mas Adi.

Saat ini, Pemkot Pasuruan mendorong institusi pendidikan untuk menjadi garda terdepan dalam diseminasi informasi.

Para siswa tidak hanya diharapkan menjadi objek sosialisasi, tetapi juga agen perubahan (pioneer) yang mampu mengedukasi lingkungan sebaya, keluarga, hingga masyarakat luas.

Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi jenis-jenis zat adiktif baru menjadi fokus dalam sosialisasi tersebut.

Hal tersebut menjadi penting mengingat modus peredaran narkotika kian berkembang dan kerap menyasar kalangan remaja melalui lingkungan pergaulan.

“Boleh bergaul secara luas, ntapiharus mampu memilah pengaruh yang masuk. Konsekuensi hukum dari narkotika sangat berat, namun yang lebih fatal adalah kerusakan masa depan yang tidak bisa diperbaiki,” jelas Mas Adi.

Komitmen Pemkot Pasuruan ke depan adalah mewujudkan lingkungan yang Bersinar atau bersih dari narkoba.

Penguatan aspek spiritualitas dan ibadah diharapkan menjadi fondasi bagi para pelajar untuk membentengi diri dari pengaruh negatif, sekaligus memastikan Kota Pasuruan tetap menjadi daerah yang ramah bagi tumbuh kembang generasi muda. [hil.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!