Situbondo, Bhirawa – SMA Negeri 1 Banyuputih, Kabupaten Situbondo, terus memperkuat pendidikan berbasis kewirausahaan sebagai bekal bagi para siswa untuk menghadapi masa depan. Langkah ini dinilai sangat penting mengingat tidak seluruh lulusannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Melalui pendidikan kewirausahaan, para siswa dibekali kemandirian, kreativitas, kemampuan melihat peluang, serta kesiapan dalam menghadapi dunia kerja.
Komitmen tersebut kini terbukti membuahkan hasil. Tim Mistilteinn SMAN 1 Banyuputih yang berhasil meraih juara 2 dalam ajang Business Plan Competition Session 4 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Banyuwangi pada 23 September 2026.
Tim yang dipimpin oleh Reno Sugiharto dan Rio Saputra ini sukses menembus lima besar finalis setelah bersaing ketat dengan puluhan peserta dari berbagai sekolah. Sebelumnya, siswa SMAN 1 Banyuputih juga berhasil meraih Juara 2 dan Juara 3 pada ajang LKTI Business Plan Competition yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember.
Kepala SMAN 1 Banyuputih, Afifudin, S.Pd., menyatakan bahwa raihan prestasi ini merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan secara konsisten dan sejalan dengan program SMA Double Track. Secara rutin, pihak sekolah menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan setiap minggunya. Melalui pelatihan tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk belajar menyusun ide usaha, membuat perencanaan bisnis, mengembangkan produk, mempresentasikan gagasan, hingga memasarkan produk dalam pameran di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkarya dan melihat peluang. Tidak semua siswa melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga sekolah perlu memberikan bekal yang dapat membantu mereka menjadi pribadi yang mandiri,” ujar Kepala SMAN 1 Banyuputih, Afifudin, S.Pd.
Lebih lanjut, Afifudin menjelaskan bahwa program kewirausahaan di sekolahnya turut dipadukan dengan penerapan pembelajaran mendalam serta koding dan kecerdasan artifisial (KKA). Kombinasi ini terbukti ampuh mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, adaptif, kolaboratif, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi modern dalam mengembangkan ide dan peluang usaha.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Agung Nurul, menegaskan bahwa capaian ini bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan mengutamakan proses pembelajaran.
“Anak-anak belajar berani menyampaikan ide kreatif dan kritis, saling bekerja sama, menerima masukan, serta memperbaiki gagasannya. Itu yang dikembangkan, dan prestasi menjadi hasil dari proses pembinaan tersebut,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan Pembina Karya Siswa, Arif Susanto. Menurutnya, kompetisi business plan memberikan pengalaman nyata kepada para siswa bahwa suatu ide usaha harus direncanakan dan dikembangkan secara matang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen SMAN 1 Banyuputih yang sebelumnya juga pernah terpilih sebagai Sekolah Penggerak Angkatan 2.
“Melalui berbagai program tersebut, pihak sekolah berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal berharga, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memasuki dunia kerja, maupun menciptakan lapangan kerja secara mandiri,” tutur Arif Susanto. [awi.kt]

