32.3 C
Sidoarjo
Wednesday, July 22, 2026
spot_img

Pengusaha Malang Beralih Terbang ke Jakarta Via Bandara Internasional Juanda

Kab Malang, Bhirawa – Penerbangan dari Bandar Udara (Bandara) Abdulrachman Saleh Malang, yang sebelumnya 10 kali penerbangan Malang-Jakarta Pulang Pergi (PP), kini turun menjadi enam kali  penerbangan. Penurunan frekuensi penerbangan di bandara tersebut pasca pandemi Covid-19. Hal ini memang menjadi fakta yang dirasakan signifikan oleh masyarakat Malang Raya.

Penurunan penumpang itu dipicu oleh kombinasi beberapa faktor utama, salah satunya konektivitas Jalan Tol Trans Jawa. Dengan kehadiran Tol Pandaan–Malang membuat waktu tempuh darat menuju Surabaya atau menuju Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo jauh lebih singkat. Banyak penumpang memilih terbang melalui Juanda, karena variasi jam penerbangan dan maskapai yang jauh lebih lengkap, dan harga tiket bervariasi. Sementara, jumlah penerbangan melalui Bandara Abdulrachman Saleh Malang terbatas.

Selain itu, harga tiket pesawat langsung dari Malang-Jakarta cenderung relatif tinggi dibanding rute Jakarta-Surabaya. Dengan keterbatasan operasional Bandara Abdulrachman Saleh merupakan bandara joint user dengan pangkalan TNI Angkatan Udara (AU). Sehingga jam operasionalnya terbatas dan tidak melayani penerbangan malam, risikonya terpengaruh cuaca atau aktivitas penerbangan militer.

Hal ini dibenarkan, salah satu pengusaha asal Kabupaten Malang Suhariyono, Rabu (22/7), kepada wartawan, bahwa dirinya jika mau perjalanan ke Jakarta, kini lebih memilih melalui Bandara Internasional Juanda, karena dari Malang menuju Bandara Juanda jarak tempuhnya hanya satu jam. Selain itu juga, pilihan maskapai penerbangannya cukup banyak, dan harga tiketnya lebih murah jika dibanding melalui Bandara Abdulrachman Saleh Malang.

Berita Terkait :  Lima Finalis Koperasi Berprestasi, Contoh Praktik Baik untuk Peningkatan Koperasi di Jatim

“Kini rata-rata teman bisnisnya jika mau perjalanan ke Jakarta, lebih memilih berangkat dari Bandara Juanda, dan pulangnya juga turun di Bandara Juanda,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Jasa Kebandarudaraan (PJK) Abdulrachman Saleh Malang Purwo Cahyo Widhiatmoko mengatakan, penerbangan Malang-Jakarta melalui Bandara Abdulrachman Saleh Malang kini hanya ada lima penerbangan Malang-Jakarta PP untuk hari biasa. Namun akhir pekan atau libur panjang menjadi enam penerbangan pulang pergi. Sebelum Covid-19, penerbangan Malang-Jakarta ada 10 penerbangan. Bahkan rutenya beragam, ada yang ke Bandung dan Denpasar.

“Keenam penerbangan tersebut mengisi waktu mulai pagi dan sore hari. sedangkan slot jadwal penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh masih lengang di siang. Sementara, malam juga bisa melayani penerbangan. Namun, slot waktu yang ada juga dibagi dengan TNI AU,” terangnya.

Purwo menjelaskan, okupansi per hari diestimasikan sampai seribu penumpang datang dan pergi, berangkat dan datang di Bandara Abdulrachman Saleh. Jumlah penumpang untuk hari biasa perkiraan 50-70 persen dari kapasitas pesawat pada hari biasa, namun pada akhir pekan penumpangnya penuh. Selain Bandara Abdulrachman Saleh Malang melayani rute Malang-Jakarta PP, juga melayani rute Malang-Lombok, rute tersebut sepi penumpang, sehingga rute terakhir, pada 2025 dari Malang ke Lombok tidak berjalan dengan baik.

“Itu karena ramai hanya saat pembukaan, pada 15 Desember 2025 lalu, tetap sepi penumpang sampai ditutup pada pertengahan Januari 2026,” paparnya. [cyn.kt]

Berita Terkait :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, PLN Jatim Gelar Khitan Massal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!