“ Pastikan Subsidi Bunga dan Administrasi Ringankan Pelaku Usaha “
Situbondo, Bhirawa – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Situbondo memperluas dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Vorsa UMKM Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo di Kantor Diskoperindag, Rabu (28/10/2026).
Pemimpin Cabang BRI Situbondo Ary Juwono mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan fokus BRI dalam mendukung pengembangan UMKM. Berdasarkan data yang disampaikannya, sebanyak 89,1 persen kredit mikro BRI disalurkan ke sektor UMKM.
“BRI bergerak di sektor UMKM. Kredit mikro kami sebanyak 89,1 persen berada di sektor UMKM. Kami memiliki 14 unit kerja yang menjangkau wilayah dari Banyuglugur hingga Banyuputih,” ujar Ary.
Melalui kerja sama ini, BRI akan mengoordinasikan pelaksanaan program dengan unit-unit kerja untuk memeriksa calon penerima pembiayaan. Pemeriksaan meliputi data usaha dan riwayat kredit calon debitur sesuai ketentuan perbankan.
Ary menjelaskan, sejumlah pengajuan kredit selama ini belum dapat disetujui karena hasil pemeriksaan persyaratan, termasuk riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Karena itu, koordinasi dengan Diskoperindag diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh pendampingan dalam proses pengajuan.
“Dengan adanya program ini, kami akan langsung berkoordinasi dengan unit kerja agar calon penerima bisa segera diperiksa. Kalau SLIK-nya aman dan persyaratan terpenuhi, prosesnya bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ary berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat memperluas akses pembiayaan produktif sekaligus mendorong pertumbuhan usaha lokal.
“Semangat kami sama dengan slogan Pemkab Situbondo, yakni ingin UMKM naik kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskoperindag Situbondo Prio Andoko menegaskan, penambahan BRI sebagai mitra merupakan langkah untuk memperluas jangkauan program Vorsa UMKM agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan.
Dengan bergabungnya BRI, jumlah perbankan yang bekerja sama dalam program tersebut bertambah menjadi empat yang sebelumnya ada Bank BTN, Bank Jatim, BPR Syariah Situbondo.
“Harapan kami, nasabah BRI juga bisa mendapatkan layanan Vorsa. Ini program Bupati Situbondo untuk membantu UMKM mendapatkan akses pembiayaan dengan subsidi bunga dan administrasi,” kata Prio.
Menurut dia, Pemkab Situbondo berkomitmen memberikan dukungan pembiayaan yang disiapkan sebanyak Rp1 miliar.
“Pemerintah daerah sudah menyiapkan dukungan dari awal. Tahun ini kami mengalokasikan Rp1 miliar untuk subsidi bunga dan administrasi. Kami ingin program ini benar-benar terserap dan manfaatnya dirasakan oleh pelaku UMKM,” ujarnya.
Priyo menjelaskan, program Vorsa UMKM menyediakan pinjaman dengan plafon maksimal Rp20 juta dan tenor hingga dua tahun. Subsidi pemerintah daerah diberikan untuk membantu meringankan beban bunga dan biaya administrasi pinjaman.
Cakupan program juga tidak terbatas pada sektor perdagangan dan industri. Pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, dan sektor produktif lainnya berpeluang mengakses program tersebut selama memenuhi persyaratan, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)
“Tidak hanya perdagangan dan industri. Pertanian, peternakan, dan usaha produktif lainnya juga bisa mengakses program ini. Yang penting usahanya produktif dan memiliki NIB. Kami siap mendampingi UMKM, sedangkan keputusan pencairan tetap menjadi kewenangan perbankan,” tegas Prio.
Dia menambahkan, persoalan riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu kendala yang dihadapi calon penerima pembiayaan. Pemkab Situbondo, kata dia, telah membahas upaya mencari ruang toleransi bagi catatan kredit tertentu bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, sesuai ketentuan yang berlaku.
Prio juga meminta BRI mengoptimalkan pendampingan dan pemeriksaan terhadap UMKM binaannya agar pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dapat segera diproses.
“Tugas kami mendampingi dan memastikan pelaku usaha mendapatkan akses informasi, sedangkan pencairannya tetap mengikuti hasil pemeriksaan dan ketentuan perbankan,” katanya.
Melalui penambahan mitra perbankan tersebut, Pemkab Situbondo berharap program Vorsa UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha produktif.
Dukungan subsidi dan pendampingan diharapkan membantu UMKM memperkuat permodalan serta meningkatkan kapasitas usahanya. [awi.kt]




