28.3 C
Sidoarjo
Wednesday, June 24, 2026
spot_img

Pantau Jalur KA Pakai Drone, Strategi KAI Daop 9 Jember Buru Pelempar Batu Kereta

Kota Probolinggo, Bhirawa
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan gangguan perjalanan kereta api setelah kembali terjadi aksi pelemparan batu terhadap KA yang melintas di wilayah kerjanya. Pemantauan dilakukan melalui patroli jalur hingga penggunaan drone di lokasi yang dinilai rawan.

Gangguan terbaru terjadi pada Minggu (21/6) di jalur antara Stasiun Leces dan Stasiun Probolinggo. Dua kereta api, yakni KA Logawa dan KA Ijen Ekspres, menjadi sasaran pelemparan oleh orang tidak dikenal (OTK) saat melintas di kawasan tersebut.

Akibat kejadian itu, kaca rangkaian kereta mengalami keretakan. Namun, tidak ada laporan korban jiwa maupun penumpang atau kru yang mengalami luka.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, aksi pelemparan batu terhadap kereta api merupakan tindakan yang membahayakan keselamatan perjalanan, baik bagi penumpang maupun petugas di dalam kereta.

“Pelemparan terhadap kereta api yang sedang berjalan sangat berbahaya. Dampaknya bisa fatal apabila batu mengenai kaca dan melukai penumpang maupun kru KA,” ujar Cahyo, Rabu (24/6) melalui pesan teks.

Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, jumlah kasus pelemparan batu pada periode yang sama mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat enam kejadian, sedangkan pada 2026 terdapat lima kejadian.

Pada 2025, lokasi kejadian tersebar di Kecamatan Ledokombo, Grati, Rambipuji, Tongas, Randuagung, dan Sempu. Sementara pada 2026, kasus terjadi di Kecamatan Bangsalsari, Pakusari, serta wilayah Kecamatan Kedopok dan Wonoasih Kota Probolinggo.

Berita Terkait :  Komitmen Generasi Z, Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Gelar Bimtek Dokrak Wisata Kabupaten Gresik

Dari lima kejadian pada 2026, dua di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
Untuk mencegah kejadian serupa, KAI Daop 9 Jember melakukan sejumlah langkah pengamanan, di antaranya meningkatkan patroli jalur kereta api, melakukan pemantauan menggunakan drone secara acak pada waktu rawan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar jalur rel.

Selain itu, KAI juga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda agar ikut berperan menjaga keamanan perjalanan kereta api.

Cahyo mengingatkan masyarakat bahwa tindakan pelemparan batu terhadap kereta api dapat berujung pada proses hukum. Pelaku dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan terkait keselamatan transportasi dan perkeretaapian.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api, untuk ikut melakukan pengawasan dan melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu perjalanan KA.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga membutuhkan peran bersama dari lingkungan sekitar jalur kereta api,” pungkas Cahyo. (fir.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!