Pemprov Jatim, Bhirawa – Kunjungan kerja Tim Penggerak PKK Pusat yang dipimpin Tri Tito Karnavian ke Galeri Batik Jawa Timur di Sidoarjo, Jumat (2/10/2026) siang, menjadi momentum promosi produk unggulan Jawa Timur di peringatan Hari Batik Nasional 2026.
Kedatangan para ibu menteri itu disambut langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa.
Dalam kesempatan itu, Endy menyoroti bagaimana kehadiran tamu tingkat pusat dapat sekaligus menjadi etalase pemasaran produk lokal.
“Para Ibu Menteri datang. Ini bagian dari kita mempromosikan produknya Jawa Timur. Kalau transaksi, saya pikir itu ikutan lah,” ujarnya di sela peninjauan galeri yang berlokasi di samping Kantor Dinas Koperasi Jatim, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo.
Endy mengakui, transaksi harian di galeri memang berjalan, namun nilainya masih moderat. “Setiap hari kita juga bertransaksi, meskipun tidak besar. Angkanya masih di 5 juta, 6 juta. Tapi hari ini rasanya luar biasa,” katanya. Ia menilai antusiasme para menteri terhadap produk batik dan kriya Jatim menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha.
“Dan ini, alhamdulillah ya, ini bagi Jawa Timur pelaku-pelaku usaha. Ini gambaran bahwa, kalau misalnya kita tahu bagaimana cara memasarkan produk ini, rasanya kita bisa membuat pelaku-pelaku usaha itu bisa semakin sejahtera, semakin maju, omsetnya malah banyak, membuka lapangan kerja. Itu yang penting kan?” tuturnya.
Salah satu poin yang ditekankan Endy adalah respons positif para tamu. “Ternyata antusias sekali kan ibu-ibu menteri itu. Wah, bagus ya, lucu ya. Artinya produk-produk kita nggak kalah dengan daerah-daerah lain,” ujarnya.
Baginya, kualitas produk Jatim sudah mumpuni, yang masih perlu ditingkatkan adalah strategi pengenalan dan penjangkauan pasar.
Ia pun mengajak semua pihak, termasuk media, untuk mengarahkan tamu yang berkunjung ke Jatim agar mampir ke galeri tersebut. “Tinggal bagaimana mengenalkan. Ya? Teman-teman juga, termasuk media-media ini, bagaimana mengenalkan kalau ada tamu datang, urusannya media, yuk arahkan aja ke sini. Ini nggak perlu jauh-jauh ke Jawa Timur muter-muter, dari Pacitan sampai Sumenep, di sini ada semua,” kata Endy.
Hari Batik Nasional: Saatnya Dongkrak Nilai Tambah lewat Cerita Peringatan Hari Batik Nasional 2026 yang dipusatkan di Surabaya dan sekitarnya menjadi landasan bagi Pemprov Jatim untuk mendorong produk bernilai tambah tinggi. Endy menekankan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan medium bercerita yang dapat meningkatkan harga jual.
“Tapi prinsip bagaimana kita itu sudah harus mulai mendukung produk-produk yang bernilai tambah tinggi. Batik itu bernilai tambah tinggi. Kain aja putih itu dijual harganya murah. Tapi ketika dilukis, dia bercerita. Batik itu bercerita,” paparnya.
Ia mencontohkan motif-motif yang ditampilkan di galeri, yang mengangkat tema bercocok tanam, fauna, hingga kehidupan sehari-hari.
“Ada yang bercerita tentang hewan. Ada yang bercerita tentang ini. Harganya jadi luar biasa. Nah, ini yang diinginkan oleh pemerintah agar pelaku-pelaku usaha itu tidak hanya sekedar membuat produk saja, tapi kalau bisa diselipkan storytelling di dalamnya. Supaya harganya semakin bagus, kesejahteraan mereka juga semakin meningkat,” pungkas Endy.
Agenda kunjungan TP PKK Pusat ke Galeri Batik Jatim merupakan bagian dari rangkaian Hari Batik Nasional 2026 yang melibatkan sejumlah lokasi di Jatim, termasuk Kampung Batik di Surabaya. Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke acara puncak di Monumen Kapal Selam pada sore hari.
Dengan memadukan promosi langsung, keterlibatan media, dan pendekatan storytelling pada produk, Pemprov Jatim berharap momentum ini dapat mendorong kenaikan omzet UMKM, perluasan pasar, serta pembukaan lapangan kerja baru di sektor kriya dan fashion. [aya.kt]



