28.4 C
Sidoarjo
Tuesday, June 9, 2026
spot_img

Mahfud MD Paparkan Sejarah Intelektual UUD 1945 di Hadapan 6.351 Mahasantri Lirboyo

Kota Kediri, Bhirawa
Moh. Mahfud MD memaparkan sejarah intelektual lahirnya UUD 1945 dalam kuliah umum yang diselenggarakan Ma’had Aly Lirboyo di Aula Muktamar Lirboyo, Kota Kediri Senin (8/6).

Kegiatan bertema “Sejarah Intelektual UUD 1945: Pergulatan Gagasan Para Founding Fathers hingga Amandemen Konstitusi” itu diikuti 6.351 mahasantri.

Dalam pemaparannya, Mahfud menjelaskan bahwa konstitusi Indonesia lahir melalui proses pergulatan intelektual yang panjang dan mendalam, tidak semata-mata didorong oleh semangat kemerdekaan.

Berbagai gagasan mengenai dasar negara dan sistem ketatanegaraan diperdebatkan dalam forum-forum penting seperti BPUPKI, Panitia Sembilan, dan PPKI.

“Pancasila dan UUD 1945 merupakan konsensus kebangsaan yang lahir dari proses dialog, perdebatan, dan pencarian titik temu di antara para pendiri bangsa,” kata Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut lahirnya dasar negara Indonesia merupakan hasil kompromi prismatik yang mampu mengakomodasi berbagai aspirasi dan kepentingan yang berkembang di tengah masyarakat.

Mahfud juga menegaskan bahwa UUD 1945 memiliki posisi yang serupa dengan Piagam Madinah dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagaimana Piagam Madinah menjadi landasan kehidupan bersama bagi masyarakat Madinah yang majemuk, UUD 1945 menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, baik Piagam Madinah maupun UUD 1945 mencerminkan pentingnya kesepakatan bersama, persatuan, dan kemaslahatan sebagai prinsip utama dalam membangun tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Berita Terkait :  Polri Bentuk Ditressiber Perkecil Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Siber

Sementara itu, Pimpinan Ma’had Aly Lirboyo KH Dahlan Ridlwan menyampaikan bahwa tema kuliah umum tersebut sangat relevan dengan kajian Fikih Kebangsaan yang menjadi salah satu konsentrasi keilmuan di Ma’had Aly Lirboyo.

“Tema ini sangat relevan dengan kajian Fikih Kebangsaan yang menjadi salah satu konsentrasi keilmuan di Ma’had Aly Lirboyo. Kami berharap para mahasantri dapat menyerap sekaligus mengembangkan wawasan yang diperoleh dari forum ilmiah ini sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” jelas Dahlan.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap sejarah dan perkembangan konstitusi Indonesia penting untuk membantu generasi muda memahami bagaimana nilai-nilai keadilan, musyawarah, persatuan, serta penghormatan terhadap martabat manusia senantiasa menjadi titik temu antara ajaran Islam dan kehidupan berbangsa maupun bernegara.

Kuliah umum ini diikuti 6.040 mahasantri Marhalah Ula dan 311 mahasantri Marhalah Tsaniyah. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian kalangan pesantren terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan konstitusi sebagai bagian integral dari pengembangan tradisi keilmuan Islam.

Melalui kegiatan tersebut, Ma’had Aly Lirboyo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog intelektual yang mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan dinamika kebangsaan guna melahirkan ulama dan intelektual yang berwawasan luas serta mampu menjawab tantangan zaman. [van.nov.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!