Lamongan, Bhirawa — Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi dengan memetakan wilayah-wilayah rawan berdasarkan evaluasi kejadian tahun sebelumnya. Langkah ini dipastikan berjalan lebih terarah dan efektif guna melindungi masyarakat dari risiko cuaca ekstrem.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi bertema “Sinergi Mewujudkan Lamongan Tangguh” di Alun-Alun Lamongan, Kamis (5/11/2026).
“Kita petakan titik-titik rawan bencana sekaligus siapkan rencana mitigasinya. Pemetaan ini menjadi langkah awal agar penanganan lebih terarah,” ujarnya. Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga. Sinergi seluruh instansi menjadi kunci agar kesiapsiagaan semakin mantap dan responsif.
Keselamatan petugas juga menjadi sorotan utama. “Belajar dari pengalaman sebelumnya, seperti saat kebakaran di Kembangbahu, ada petugas yang tidak dilengkapi masker maupun oksigen. Ke depan, keselamatan personel harus benar-benar diperhatikan melalui kelengkapan APD yang sesuai risiko,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Lamongan Samian menjelaskan kawasan Bengawan Jero menjadi salah satu fokus utama karena berpotensi banjir genangan. Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan diperkirakan mundur hingga Desember dengan puncak hujan pada Februari. Durasi hujan diprediksi lebih panjang dari tahun lalu, sehingga manajemen air harus dikelola dengan baik untuk mengantisipasi ketersediaan air dan potensi kekeringan pada 2027. Penanganan pohon tumbang di jalur strategis juga akan dipercepat melalui kolaborasi lintas instansi. [yit.kt]


