27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

Lahan Persawahan Dua Kecamatan di Tulungagung Sudah Alami Kekeringan

Tulungagung, Bhirawa. – Musim kemarau mulai membuat lahan persawahan di Tulungagung mengering. Saat ini ada dua kecamatan yang lahan pertaniannya mengalami kekeringan meski kemudian diatasi dengan penggunaan pompa air.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto, Rabu (29/7), mengakui jika sudah ada lahan persawahan yang mengalami kekeringan. “Pada bulan Juli ini sebanyak empat hektar persawahan tanaman padi yang mengalami kekeringan,” ujarnya.
Ia menyebut lahan yang mengalami kekeringan itu berlokasi di Kecamatan Campurdarat. Yakni di Desa Pelem dan Desa Wates.
“Di Desa Pelem sejumlah dua hektar. Sedang di Desa Wates juga dua hektar,” paparnya.
Untuk mengatasi lahan persawahan yang mengalami kekeringan itu, menurut Suyanto, sudah dilakukan upaya dengan bantuan alat pompa air agar areal persawahan tersebut dapat dialiri air. “Sudah diatasi dengan penggunaan pompa air. Semoga tidak sampai mengalami gagal panen,” katanya.
Suyanto menyatakan lahan yang mengalami kekeringan di Desa Pelem dan Desa Wates belum terkategori berat. Bahkan masih terbilang ringan.
Selanjutnya mantan Kabag Humas Setda Kabupaten Tulungagung ini mengakui pula jika pada bulan Juni 2026 lalu, juga sudah terjadi lahan persawahan yang mengalami kekeringan. Lahan persawahan tersebut berlokasi di Kecamatan Pakel.
“Di Kecamatan Pakel yang mengalami kekeringan berada di Desa Ngebong dan Desa Suwaluh. Di Desa Ngebong sejumlah dua hektar dan di Desa Suwaluh sejumlah lima hektar,” paparnya.
Kekeringan lahan persawahan di dua desa di Kecamatan Pakel itu, lanjut dia juga sudah diatasi dengan pompa air. “Hasilnya menggembirakan. Sekarang sudah tidak kekeringan lagi. Sudah bisa diatasi dengan pompa air,” tandasnya.
Menjawab pertanyaan, Suyanto membeberkan musim kemarau panjang masih berpotensi membuat lahan persawahan di Tulungagung mengalami kekeringan. Utamanya di daerah pegunungan.
“Potensi kekeringan ada di Kecamatan Pucanglaban, Kecamatan Tanggunggunung dan Kecamatan Sendang. Tetapi, petani di kecamatan tersebut biasanya sudah beralih dari tanaman padi ke tanaman pangan lainnya. Seperti jagung,” terangnya. (wed.hel)

Berita Terkait :  Anggota DPRD Sampang: Bukan Alasan Keterbatasan Anggaran Pilkades 2026

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!