28.8 C
Sidoarjo
Monday, May 18, 2026
spot_img

Kolaborasi Bank UMKM Jatim dan Pemkab Bangkalan Hadirkan Program Subsidi Bunga 0 Persen

Siap Dorong UMKM Naik Kelas

Bangkalan, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bangkalan resmi meluncurkan program subsidi bunga nol persen bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di Pendopo Agung Bangkalan.Senin (18/5)

Bekerja sama dengan Bank UMKM Jawa Timur, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempermudah akses permodalan sekaligus mendorong UMKM agar naik kelas dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan program subsidi bunga nol persen diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperoleh akses keuangan yang lebih mudah.

“Harapannya dengan adanya subsidi bunga nol persen ini bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian melalui UMKM,” ujarnya.

Pemkab Bangkalan menargetkan sekitar 1.000 UMKM dapat mengakses fasilitas pinjaman tersebut. Menurut Lukman, program itu juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran subsidi bunga sebesar Rp1,2 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangkalan.

Sementara PT BPR Jatim (Perseroda) atau yang dikenal sebagai Bank UMKM Jatim, menyebut program kredit subsidi bunga 0% ini merupakan langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro agar semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

“Ini adalah komitmen yang luar biasa dari Pemkab Bangkalan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Suku bunga kredit yang seharusnya dibayar nasabah sebesar 9,5 persen, kini menjadi 0 persen karena adanya subsidi penuh dari pemerintah daerah. Kami siap mengawal penyalurannya agar tepat sasaran,” terang Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad.

Berita Terkait :  Brida Jatim Launching Pusat Inovasi dan Kebijakan 5.0

Melalui dukungan penuh dari Bupati Bangkalan, program ini disokong oleh alokasi anggaran APBD sebesar Rp1,2 miliar yang dialokasikan khusus untuk mensubsidi bunga kredit.

Melalui skema ini, pelaku usaha yang semula dikenakan bunga kredit sebesar 9,5 persen, kini cukup membayar 0 persen alias tanpa bunga, karena seluruh beban bunga telah ditanggung oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bangkalan. Pihaknya menilai program stimulus ekonomi seperti ini merupakan solusi konkret yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha kecil di Bangkalan untuk ekspansi usaha.

Irwan menjelaskan bahwa alokasi dana yang disiapkan oleh Pemkab Bangkalan merupakan bentuk keberpihakan yang nyata dan signifikan bagi ekosistem UMKM.

Adapun skema kredit yang ditawarkan dalam program ini mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 20 juta dengan jangka waktu (tenor) 12 bulan.

Untuk kriteria penerima manfaat difokuskan kepada pelaku UMKM yang memiliki KTP Bangkalan serta memiliki usaha aktif yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bangkalan.

Dengan total anggaran Rp1,2 miliar tersebut, diperkirakan lebih dari 600 pelaku UMKM di Bangkalan dapat mengakses fasilitas kredit tanpa bunga ini.

Dampak berganda (multiplier effect) dari program ini dinilai tidak hanya akan dirasakan oleh pemilik usaha, melainkan juga bagi ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Jika satu pelaku UMKM dapat menikmati fasilitas ini, dampaknya bisa dua hingga tiga kali lipat karena akan ikut menggerakkan ekonomi keluarga serta membuka peluang lapangan kerja baru di sekitarnya,” tutur Irwan.

Berita Terkait :  Arus Balik Lebaran 2025, Menteri PU Dody Tinjau Jalan Tol Fungsional Gending-Kraksaan-Paiton

Adapun sebagai penanda dimulainya program, dilakukan penyerahan kredit secara simbolis kepada 10 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari usaha cuci motor, jasa servis elektronik, hingga industri makanan dan minuman.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus benar-benar hadir dalam upaya mendorong UMKM naik kelas. Mengingat, selama ini struktur perekonomian nasional dan daerah terbukti sangat bergantung pada kekuatan dan stabilitas sektor UMKM.

“Keadaan perekonomian negara kita sering kali tetap kuat karena UMKM yang tangguh. Maka dari itu pemerintah harus hadir. Harapannya program ini membuat UMKM berkembang, dan jika serapannya berhasil serta berdampak positif, akan kami tambah lagi anggarannya pada tahun depan,” tegasnya.

Lukman juga menginstruksikan kepada dinas terkait untuk tidak hanya berhenti pada fasilitasi permodalan, melainkan juga membantu akses pasar modern serta peningkatan kualitas produk melalui pendampingan yang komprehensif.

“Bukan hanya anggaran, tetapi pendampingan pasca-kredit juga sangat penting. Mulai dari konsultasi usaha, pengurusan label halal, SNI, hingga bagaimana produk UMKM Bangkalan bisa masuk ke pasar modern. Kita ingin mereka benar-benar naik kelas dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” paparnya

Selain itu, Lukman menyampaikan apresiasi mendalam kepada manajemen Bank UMKM Jatim atas sinergi yang telah terjalin erat demi kemakmuran masyarakat Bangkalan.

“Terima kasih kepada Bank UMKM Jatim yang telah berkolaborasi aktif membantu peningkatan kelas UMKM di Bangkalan. Semoga ke depan kerja sama strategis ini semakin ditingkatkan sehingga kehadiran BUMD dan Pemerintah Daerah benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Tiga Kabupaten Tapal Kuda Teken Kesepakatan Aglomerasi Lintas Wilayah

Melalui peluncuran program subsidi bunga 0 persen ini, Bank UMKM Jatim dan Pemkab Bangkalan optimis dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif di Madura, sekaligus memastikan bahwa intervensi finansial dan pendampingan usaha dapat berjalan beriringan demi kemajuan ekonomi daerah. [riq.lis.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!