32 C
Sidoarjo
Thursday, April 16, 2026
spot_img

Khofifah Dorong Reyog Ponorogo Bangkit dan Berkelanjutan Pasca Pengakuan UNESCO

Surabaya, Bhirawa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan ekosistem Reyog Ponorogo agar terus lestari dan berkembang setelah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Hal ini disampaikannya saat menerima Tim Reyog Kyai Lodra di Gedung Grahadi Surabaya.

“Reyog bukan sekadar atraksi seni, tapi memiliki filosofi kuat tentang keberanian, kebenaran, dan kerukunan. Ini nilai luhur yang harus kita jaga dan wariskan,” ujar Khofifah.

Pengakuan UNESCO menuntut komitmen tinggi, mulai dari pelestarian, regenerasi seniman, hingga penyesuaian standar kesejahteraan satwa (animal welfare).

“Kita harus memastikan tidak lagi menggunakan material dari satwa dilindungi. Oleh karena itu, kami sedang menjajaki kerja sama pengembangbiakan burung merak Jawa sebagai solusi jangka panjang,” jelasnya.

Regenerasi Kunci Keberlanjutan

Khofifah menekankan pentingnya regenerasi melalui pentas rutin. “Harus sering tampil supaya terus berlatih. Insentif boleh jadi awalnya, tapi rasa banggalah yang akan membuat mereka bertahan,” tegasnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim pun aktif menggandeng institusi pendidikan seperti STKW, Unesa, dan SMK seni untuk memperkuat ekosistem kreatif Reyog.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jatim juga memberikan dukungan dana sebesar Rp25 juta untuk persiapan Festival Reyog Nasional Ponorogo (FRNP) 2026 yang akan digelar Juni mendatang.

 “Terima kasih atas dukungannya. Kami siap berkompetisi dan membuktikan komitmen melestarikan budaya leluhur,” ujar Joko Winarko dari Tim Reyog Kyai Lodra. [aya.kt]

Berita Terkait :  Musrenbang Kabupaten Lamongan, Rencanakan Hasil Nyata yang Semakin Berdampak

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!