26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 11, 2026
spot_img

Bupati Ikuti RDPU Bersama Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan RI

Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengikuti kegiatan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan Selasa (3/2) kemarin.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menerangkan tentang bencana alam yang terjadi di Kabupaten Situbondo dan pentingnya penanganan bencana sebagai prioritas nasional dalam kebijakan penganggaran daerah.

Dalam RDPU tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Rio meminta kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, agar aspek kebencanaan dijadikan variabel utama dalam kerangka kebijakan Transfer Keuangan Daerah (TKD).

“Daerah-daerah yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi membutuhkan skema anggaran yang lebih adaptif dan berkeadilan,” jelas Mas Rio dihadapan Ketua dan Anggota Komisi XI DPR RI serta Kementerian Keuangan RI.

Bupati Situbondo yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2025-2030 tersebut, menilai bahwa kebijakan penganggaran nasional tidak dapat dilepaskan dari kondisi objektif masing-masing wilayah.

Sebab, perencanaan pembangunan yang mengabaikan potensi bencana berisiko besar menggagalkan capaian yang telah dirintis.

“Kami tidak ingin masuk pada hal-hal yang terlalu teknis. Namun secara makro, apa yang sudah kita bangun jangan sampai terganggu hanya karena berbagai bencana alam. Kabupaten Situbondo dalam kurun waktu sekitar satu tahun berhasil mencatat berbagai kemajuan pembangunan, termasuk penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi,” tutur Mas Rio.

Berita Terkait :  Bank Neo Commerce Gandeng Universitas Trunojoyo Madura Adakan Literasi Keuangan, Ajak Mahasiswa Waspada Terhadap Penipuan Digital

Namun, imbuh Mas Rio, capaian tersebut tumbang dalam waktu singkat ketika bencana alam melanda. Akibat bencana alam, kata Bupati Situbondo, dampaknya sangat luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

“Situasi ini seharusnya menjadi pertimbangan serius dan program prioritas bagi para pemangku kebijakan, khususnya di Kementerian Keuangan. Adanya daerah terdampak bencana justru mengalami pengurangan TKD,” tutur Mas Rio.

Sementara daerah lain yang relatif aman tidak mengalami penyesuaian anggaran. Mas Rio menilai kebijakan tersebut terlihat ambivalen. Di Jawa Timur, misalnya, ada kabupaten yang TKD-nya tidak dikurangi meski tidak ada bencana.

“Artinya, kebijakan ini perlu ditempatkan pada porsi yang lebih ideal dan lebih bijaksana. Untuk itu, saya berharap kebijakan TKD bisa di prioritaskan untuk daerah-daerah yang dilanda bencana alam, termasuk Kabupaten Situbondo,” pinta Mas Rio.

Mas Rio dihadapan Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan RI melanjutkan, terkait minimnya perhatian publik terhadap Situbondo di tingkat nasional. Kurangnya ekspos sering kali berimplikasi pada lambatnya respons kebijakan dari pemerintah pusat.

“Saya sepakat dengan yang disampaikan Bang Martin Manurung, Kabupaten Situbondo memang belum cukup dikenal. Ada fenomena viralitas, jika tidak viral, maka Situbondo sering kali responsnya tidak cepat, tapi saat viral baru mendapat respon cepat,” ujar Mas Rio.

Mas Rio kembali mengatakan, pihaknya akan lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Situbondo.

Berita Terkait :  Akhir Tahun, Proyek Strategis Pemkab Gresik Siap Dimanfaatkan Masyarakat

“Mungkin ke depan saya harus lebih aktif membuat konten di media sosial, supaya publik tahu bahwa kami sedang memperjuangkan kepentingan masyarakat Situbondo,” tutur Mas Rio. (awi.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru