27.2 C
Sidoarjo
Sunday, September 13, 2026
spot_img

Kawasan Bromo Kembali Terbakar, Meluas ke Jemplang, Penyebab Masih Diselidiki

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa. – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo. Hingga Minggu (13/9) pagi, petugas gabungan bersama relawan masih melakukan pemadaman karena api di sejumlah titik mengarah ke Jemplang, Kabupaten Malang. Sementara itu, Blok Penggol, kawasan Gunung Kursi, Kabupaten Probolinggo, sudah tidak terpantau asap maupun titik api.

Kebakaran terbaru ini terjadi setelah kawasan Bromo sebelumnya dilanda kebakaran cukup luas pada Agustus lalu. Berdasarkan pendataan yang berkembang, saat itu luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 1.120 hektare.

Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan, hingga Sabtu (12/9) sore, kebakaran terpantau berada di dua titik. Masing-masing di Blok Penggol, kawasan Gunung Kursi, Kabupaten Probolinggo, serta di kawasan Watangan yang mengarah ke Jemplang, Kabupaten Malang.

”Untuk kebakaran pada sore hari ini, terpantau ada di dua titik. Yang pertama di Blok Penggol, Gunung Kursi, Probolinggo. Yang satunya di Jemplang, masuk di Kabupaten Malang,” kata Oemar.

Menurutnya, api di kawasan Watangan telah mengarah ke Jemplang, sedangkan api di Blok Penggol bergerak ke atas. Pemadaman pun terus diupayakan oleh petugas gabungan.

”Iya, jadi memang di hari ini di Watangan, bahkan sudah mengarah ke Jemplang. Untuk yang di Blok Penggol mengarah ke atas. Untuk saat ini sedang diupayakan untuk pemadaman oleh teman-teman gabungan,” ujarnya ditemui di kawasan Seruni Point, Sukapura.

Berita Terkait :  Dorong Pengembangan SMA Double Track dengan Strategi 5P

Oemar menjelaskan, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Namun, angin yang sangat kencang membuat api menyebar dengan cepat. Selain faktor angin, medan yang sulit juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Karena itu, petugas melakukan penyekatan dan pemadaman secara manual pada titik-titik yang masih dapat dijangkau.

Pada Minggu (13/9) pukul 06.18 WIB, Oemar mengatakan kondisi Blok Penggol sudah tidak terpantau asap maupun titik api. ”Untuk pagi, Blok Penggol tidak terpantau ada asap atau titik api,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Terkait pemadaman melalui udara, Oemar membenarkan bahwa water bombing telah dilakukan. Namun, operasi tersebut dihentikan sementara karena kabut tebal yang mengganggu faktor keselamatan penerbangan.

Sementara itu, jumlah penerbangan water bombing pada hari itu masih belum terkonfirmasi. Begitu pula dengan luasan kawasan yang terdampak kebakaran terbaru, karena belum ada rilis resmi dari pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Di sisi lain, Kapolsek Sukapura, Iptu Djuwantoro Setyowadi mengatakan, upaya pemadaman masih terus dilakukan bersama sejumlah instansi terkait dan relawan. Meskipun pemadaman telah dilakukan, masih terdapat api yang menyala sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut.

”Sementara kita sudah melakukan pemadaman, namun api masih tetap ada yang menyala, sehingga kita perlu penanganan khusus. Kita juga dibantu beberapa instansi samping dan teman-teman relawan yang turut membantu pemadaman,” katanya. [fir.fen]

Berita Terkait :  Dua Hari, Angin Puting Beliung Terjang Ratusan Rumah dan Pohon di Tulungagung

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!