33.8 C
Sidoarjo
Saturday, October 31, 2026
spot_img

Kasus Bencana Tembus 2.247, BNPB Minta Warga Waspada Banjir hingga Rob

BNPB imbau masyarakat tingkatkan kesiapsiagaan hadapi potensi bencana banjir, angin dan tanah longsor.

Jakarta, Bhirawa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor seiring tingginya intensitas hujan yang melanda berbagai wilayah di Indonesia hingga akhir Oktober 2026.

Berdasarkan data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB per Jumat (30/10/2026), total kejadian bencana di tanah air tercatat melonjak hingga mencapai 2.247 kejadian. Lonjakan ini didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, yang mencakup rentetan banjir di Sumatra Utara dan Aceh, serta cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.

Dampak banjir paling signifikan saat ini melanda wilayah Sumatra Utara. Di Kabupaten Deli Serdang, tercatat 7.615 kepala keluarga terdampak dan 7.327 rumah warga terendam air. Sementara itu, di Kota Medan, banjir melanda sembilan kelurahan dan berdampak pada 2.405 kepala keluarga. Potensi cuaca ekstrem diprakirakan masih tinggi menyusul dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman, yang menempatkan Provinsi Aceh pada status Siaga, serta sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua pada status Waspada.

Menanggapi eskalasi bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan dini. Guna mengantisipasi ancaman banjir, warga diminta bergotong royong membersihkan saluran air, mengenali jalur evakuasi yang aman, memeriksa kondisi infrastruktur bendungan, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat untuk minimal tiga hari. Kegiatan susur sungai hendaknya dilakukan hanya di bawah pengawasan petugas BPBD.

Berita Terkait :  Museum Marsinah Resmi Dibuka: Warisan Perjuangan Buruh yang Menjadi Magnet Wisata Edukatif dan Penggerak Ekonomi Lokal

Sementara untuk menghadapi ancaman angin kencang atau puting beliung, warga diminta memperkuat struktur atap rumah dan memangkas ranting-ranting pohon yang rimbun di lingkungan pemukiman. Saat angin kencang terjadi, masyarakat ditegaskan untuk tidak berlindung di dekat objek yang rawan roboh seperti papan reklame, baliho, maupun pohon besar.

Bagi masyarakat yang bermukim di kawasan perbukitan atau lereng rawan longsor, evakuasi mandiri harus segera dilakukan apabila terjadi hujan lebat berdurasi lama di wilayah hulu. Warga diimbau untuk peka mengenali tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya retakan pada tanah atau dinding rumah, serta rutin memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi.

Selain ancaman bencana di daratan, BNPB melalui Surat Direktur Peringatan Dini juga mengeluarakan arahan menghadapi potensi banjir pesisir atau rob. Ancaman ini dipicu oleh fenomena Fase Bulan Purnama dan Perigee yang berdampak pada dinamika gelombang laut di kawasan pesisir Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.

Terkait ancaman banjir rob tersebut, BNPB meminta pemerintah daerah dan BPBD pesisir untuk mengimbau nelayan dan warga membatasi aktivitas di pantai saat pasang maksimum, menunda aktivitas melaut saat gelombang tinggi, serta menyiagakan tanggul, saluran drainase, dan fasilitas pengungsian guna meminimalkan risiko dampak bencana. rac. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!