26.2 C
Sidoarjo
Saturday, October 24, 2026
spot_img

KAI Daop 7 Madiun Kenalkan  Konekvisitas Transportasi yang Berintegrasi  Antarmoda Hingga Kereta Cepat Whoosh

Para awak media berIntegrasi transportasi antarmoda menjadi fokus kunjungan kerja KAI Daop 7 Madiun  bertajuk Daop 7 Madiun Whoosh to Bandung, pada 20–21 Oktober 2026 dan foto disebelah kereta cepat whoosh, Rabu (21/10). sudarno/bhirawa

Kota Madiun, Bhirawa. – Bersama para awak media berIntegrasi transportasi antarmoda menjadi fokus kunjungan kerja KAI Daop 7 Madiun  bertajuk Daop 7 Madiun Whoosh to Bandung, pada 20–21 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konektivitas transportasi umum, mulai dari kereta api jarak jauh, LRT, hingga kereta cepat Whoosh.

“Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi awak media agar dapat memahami secara langsung kemudahan berpindah moda transportasi dalam satu perjalanan.Jadi, kita bersama-sama dengan teman-teman media mengajak untuk mengenal transportasi terintegrasi,” kata Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari.

Rangkaian perjalanan dimulai dari Stasiun Madiun pada Selasa (20/10/2026) malam. Rombongan berangkat menuju Jakarta menggunakan KA Bima dan tiba di Stasiun Gambir pada Rabu (21/10/2026) pukul 05.45 WIB.

Setelah tiba di Jakarta, rombongan melanjutkan perjalanan untuk mempelajari konektivitas transportasi di kawasan Dukuh Atas hingga Stasiun Halim, sebelum menggunakan Kereta Cepat Whoosh menuju Padalarang, Jawa Barat.

Perjalanan Whoosh dari Stasiun Halim menuju Padalarang ditempuh sekitar 37 menit. Dari Padalarang, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta feeder menuju Stasiun Bandung.

Dijelaskan oleh Tohari, kawasan Dukuh Atas memiliki konektivitas dengan sejumlah moda transportasi, termasuk kereta komuter dan bus. Sementara itu, perjalanan menuju Bandung dapat dilanjutkan melalui Stasiun Halim untuk mengakses layanan kereta cepat Whoosh.

Berita Terkait :  Kapolresta Probolinggo Ajak Warga Gili Ketapang Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada 2024

“Dari Dukuh Atas, kita juga memiliki koneksi selain dengan KRL, yakni kereta cepat dan bus. Dari sini, kita bisa menuju Stasiun Halim untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Whoosh ke arah Bandung,”jelas Tohari.

Sesampainya, di Bandung, rombongan Daop 7 Madiun mengunjungi Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk berdiskusi dan mempelajari perkembangan serta inovasi layanan perkeretaapian. Agenda juga dilanjutkan dengan tur stasiun di Stasiun Bandung guna melihat pengelolaan fasilitas dan pelayanan penumpang.

Salah satu tempat yang dikunjungi di Kantor pusat PT KAI di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung tersebut adalah bunker bawah tanah peninggalan masa kolonial Belanda dari awal abad ke-20. Bunker ini dulu berfungsi sebagai jalur evakuasi atau tempat perlindungan pejabat serta terhubung dengan Stasiun Bandung, dan kini sebagian dimanfaatkan untuk menyimpan arsip serta edukasi sejarah.

Melalui kegiatan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap pemahaman mengenai integrasi transportasi semakin meningkat, baik di kalangan media maupun masyarakat. Konektivitas antarmoda dinilai penting untuk mendukung perjalanan yang lebih praktis dan efisien.

Untuk diketahui bersama, usai menyelesaikan agenda di Bandung, rombongan dijadwalkan kembali ke Madiun menggunakan KA Sangkuriang pada Rabu pukul 14.45 WIB, dengan perkiraan tiba di Stasiun Madiun pukul 23.08 WIB. [dar.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!