Kabupaten Probolinggo, Bhirawa. – Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat akses antar wilayah. Jembatan ini diresmikan secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (13/8).
Peresmian jembatan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bakti dan kemanusiaan Polri-TNI yang diarahkan pada pembangunan sarana yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Di Kabupaten Probolinggo, kegiatan peresmian diikuti jajaran Polres Probolinggo bersama Forkopimka Tiris dan masyarakat setempat. Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar hadir bersama Kabaglog Polres Probolinggo Kompol Sugiharto, Muspika Kecamatan Tiris, Kepala Desa Tiris Suwarno, serta sekitar 15 warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa. Selanjutnya, kegiatan diisi laporan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, laporan Kapolri, hingga sambutan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terus menjalankan kegiatan bakti serta kemanusiaan di berbagai daerah. Pembangunan sarana dan prasarana dinilai menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Presiden juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kemampuan bangsa untuk membangun dengan kekuatan sendiri. Ia berharap kegiatan serupa terus berkembang sehingga semakin banyak pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses yang lebih mudah.
”Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi wujud nyata kehadiran Polri-TNI dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat semakin memudahkan aktivitas warga dan mendukung kelancaran kegiatan masyarakat sehari-hari,” ujar AKBP Asmida.
Menurut AKBP Asmida, pembangunan fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat membutuhkan sinergi berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat perlu terus diperkuat, tidak berhenti setelah pembangunan selesai.
AKBP Asmida juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan jembatan ini. Perawatan fasilitas dinilai penting agar infrastruktur yang telah dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang. [fir.fen]


