Kota Malang, Bhirawa
Inovasi pangan fungsional kembali lahir dari tangan dingin mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Nisrina Nabila Nasywa, mahasiswi Program Studi Psikologi angkatan 2022, yang berhasil menciptakan beras artifisial berbahan ekstrak daun bayam merah. Karya ini tidak hanya menjadi solusi konkret penanganan stunting, namun juga menjadi ‘tiket emas’ baginya untuk lulus sarjana tanpa melalui jalur skripsi.
Mahasiswi asal Makassar yang akrab disapa Riri ini meraih kelulusan melalui jalur ekuivalensi berkat rentetan prestasi di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Proyek perdananya, Stunting Free Zone with Gen Z, yang menyasar Kelurahan Tlogomas, terbukti sukses menekan angka stunting dari 12 persen menjadi 6 persen hanya dalam kurun waktu empat bulan.
“Alhamdulillah, program kami tidak hanya riset di atas kertas, tapi membawa dampak nyata bagi masyarakat. Beras yang diperkaya ekstrak bayam merah ini kaya akan zat besi untuk membantu tumbuh kembang anak,” ujar Riri.
Tak berhenti di situ, Riri kembali mengukir prestasi tingkat nasional melalui proyek Elder-Greens (Partisipasi Gen Z dalam Degradasi Stres Lansia dengan Pendekatan Hydroponic Serenity). Program pengabdian ini bahkan memikat Pemerintah Kota Batu hingga dijalin kerja sama resmi untuk diimplementasikan secara berkelanjutan di pondok lansia.
“Keberlanjutan proyek Elder-Greens inilah yang membuat saya mendapatkan ekuivalensi lulus tanpa skripsi. Ada kebanggaan tersendiri bisa membantu menurunkan tingkat stres para lansia melalui kegiatan hidroponik yang terintegrasi,” tambahnya.
Selama masa studi, Riri dikenal sebagai sosok yang dinamis. Selain menonjol di bidang riset, ia aktif sebagai Reporter Humas UMM, pengurus BEMFA, serta IMM. Di bidang akademik, ia sempat menyabet Juara 1 National University Debating Championship (NUDC) 2023. Jiwa sosialnya pun terasah melalui program Sekolah Relawan, di mana ia rutin mengajar anak-anak pemulung dan kaum duafa dengan metode mendongeng.
Pengalaman profesional juga ia kantongi melalui program magang di salah satu BUMN di Jakarta pada 2025 lalu. Di sana, ia dipercaya memberikan pelatihan psikotes bagi karyawan.
Menutup kisahnya, wisudawan berprestasi ini berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri. “Kalau ada kesempatan, langsung dijalankan saja asalkan konsisten. Jangan ragu ikut lomba atau kegiatan positif lainnya, karena dari situ peluang besar akan terbuka,” pungkasnya. [mut.wwn]


