32 C
Sidoarjo
Sunday, September 20, 2026
spot_img

Homecare Sasar Warga Rentan hingga Ibu Hamil Risiko Tinggi

Kepala Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mendampingi Camat dan Kepala Puskesmas Jelbuk menyisir sejumlah titik sasaran layanan di wilayah Jelbuk, Jumat (11/9/2026).

Pemkab Jember Hadir Sampai Pelosok

Pemkab Jember, Bhirawa. – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember terus didorong semakin dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jember memperluas jangkauan layanan melalui program Homecare, dengan menyambangi langsung warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Langkah tersebut kembali dilakukan pada Jumat (11/9/2026). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, turun langsung mendampingi Camat dan Kepala Puskesmas Jelbuk menyisir sejumlah titik sasaran layanan di wilayah Jelbuk.

Sedikitnya empat hingga lima lokasi didatangi dalam agenda tersebut. Sasaran Homecare kali ini menyentuh kelompok rentan, mulai lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas mental, hingga ibu hamil dengan risiko tinggi atau risti.

“Hari ini kami menyisir beberapa lokasi warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya adalah ibu yang sedang mengandung anak keempat. Harapannya, proses persalinannya nanti bisa berjalan lancar dan selamat,” ujar Helmi.

Helmi menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan tahap kedua pelaksanaan Homecare di wilayah Jelbuk. Setelah menyasar kawasan sekitar pusat Jelbuk, layanan akan terus diperluas hingga wilayah yang lebih terpencil.

Berita Terkait :  Gubernur Khofifah Ajak TP PKK Se Jatim Sukseskan Program MBG

Bagi Pemkab Jember, perluasan layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menjangkau warga yang memiliki keterbatasan mobilitas maupun kendala geografis.

“Yang paling penting adalah konsistensi. Pelayanan ini harus terus bersinergi antara Puskesmas, kecamatan, hingga masyarakat,” jelas Helmi.

Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah Jember. Karena itu, Puskesmas bersama masyarakat setempat telah menyiapkan skema penanganan bagi warga yang tinggal di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Dalam kondisi darurat, termasuk ketika terdapat ibu hamil yang membutuhkan pertolongan segera, warga dapat dievakuasi menggunakan tandu menuju jalan utama atau fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Jember tidak berhenti pada batas tembok fasilitas kesehatan. Pemerintah bersama tenaga kesehatan dan masyarakat berupaya membangun sistem pelayanan yang menyesuaikan kondisi warga di lapangan.

Rumah Singgah Disiapkan untuk Warga Pelosok

Tidak berhenti pada layanan Homecare, Pemkab Jember juga menyiapkan inovasi untuk membantu warga dari kawasan pelosok, khususnya ibu hamil yang mendekati masa persalinan.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara.

“Kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan Dinas Sosial untuk memanfaatkan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara. Langkah ini penting agar warga dari daerah jauh tidak perlu bolak-balik saat mendekati waktu persalinan,” terang Helmi.

Berita Terkait :  Kampanye Anti-Bullying dan Wayang Warnai MPLS Ramah SMP PGRI 1 Buduran

Program tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mempermudah akses ibu hamil terhadap fasilitas kesehatan ketika memasuki masa persalinan.

Gus Fawait: Pemerintah Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Mewakili Bupati Jember, Gus Fawait, Helmi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran tenaga kesehatan dan tim Puskesmas Jelbuk yang terus bekerja di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan pelayanan publik bukan hanya diukur dari fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari kesediaan aparatur untuk hadir dan membantu masyarakat secara langsung.

“Penghargaan itu hanya simbol. Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Puskesmas, kecamatan, hingga perangkat masyarakat seperti RT/RW terus dipertahankan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Jember untuk terus hadir menghadapi berbagai persoalan masyarakat. Selain memperkuat layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) dan Homecare, pemerintah daerah juga menunjukkan respons cepat dalam menangani persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Respons Cepat Hadapi Persoalan BBM

Salah satu tantangan yang sempat dihadapi masyarakat Jember adalah gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean di sejumlah SPBU.

Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan persoalan tersebut dilakukan secara terukur dan melibatkan seluruh jajaran pemerintahan.

“Masalah ini bukan cuma soal ketersediaan BBM, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah saat mereka menghadapi kesulitan di lapangan,” ujar Gus Fawait.

Berita Terkait :  Pj Bupati Madiun Monev Bulan Timbang

Untuk mengurai kepadatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Jember bergerak bersama. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat hingga petugas terkait diarahkan untuk turun langsung memantau kondisi di lapangan.

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga diterapkan sebagai langkah intervensi untuk mengurangi mobilitas dan membantu mengurai kepadatan kendaraan.

Langkah tersebut turut membantu menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu pasokan BBM kembali normal.

Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk mencapai sekitar 2,7 juta jiwa, Jember menghadapi tantangan pelayanan publik yang tidak sederhana.

Karena itu, Pemkab Jember menempatkan kolaborasi dan kecepatan respons sebagai bagian penting dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Mulai dari Homecare yang mendatangi warga rentan, dukungan bagi ibu hamil di wilayah pelosok, rencana rumah singgah, hingga respons cepat terhadap persoalan BBM, seluruhnya bermuara pada satu tujuan: memastikan pemerintah hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Bagi Pemkab Jember, pelayanan publik bukan sekadar menjalankan program. Lebih dari itu, pelayanan adalah tentang hadir, mendengar, bergerak, dan memastikan masyarakat tidak menghadapi persoalannya sendirian. (geh*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!