30 C
Sidoarjo
Sunday, May 24, 2026
spot_img

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tempe Kota Batu Terancam Gulung Tikar

Kota Batu,Bhirawa
Para pengrajin tempe di Kota Batu kini berharap ada intervensi dan bantuan nyata dari pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai. Hal ini menyusul terus melambungnya harga kedelai impor yang membuat para pembuat tempe rumahan atau industri rumah tangga kesulitan untuk mendapatkan bahan baku pembuatan tempe. Akibatnya, banyak di antara mereka tak bisa berproduksi setiap hari, bahkan kini terancam gulung tikar.

Di Kota Batu, sebuah tempat yang telah populer sebagai kawasan pembuatan tempe adalah Desa Beji yang ada di Kecamatan Junrejo. Dalam situasi melonjaknya harga kedelai impor sangat berdampak bagi para pengrajin tempe rumahan di desa ini.

Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menyebabkan harga kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe terus melambung tinggi. Situasi yang tak menguntungkan ini membuat banyak pengrajin tempe kelimpungan.

Salah satu pengrajin tempe skala rumah tangga, Siti Komariah mengaku bahwa kondisi usaha tempenya saat ini sangat memprihatinkan. Demikian juga pengrajin tempe lain yang berskala kecil kini tidak bisa tiap hari memproduksi tempe.

Para pengrajin tempe rumahan ini harus menyiapkan modal kerja lebih tinggi agar tetap bisa berproduksi. “Kalau usaha kelas kecil dengan modal terbatas seperti kita situasi ini sangat sulit. Akhirnya, banyak yang tidak setiap hari produksi, terutama golongan pengrajin kecil,” ujar Komariah, Minggu (24/5).

Berita Terkait :  DPRD Jatim: Pemutihan Pajak Bentuk Nyata Perangi Kemiskinan Ekstrem

Ia mengungkapkan bahwa kondisi melemahnya Rupiah yang membuat harga kedelai impor menjadi tinggi menjadi penyebab tumbangnya pengrajin tempe dengan modal pas-pasan atau terbatas. Jikapun tetap bertahan, mereka hanya bisa memproduksi tempe secara musiman.

“Artinya, kita akan membuat tempe tergantung pada ketersediaan modal yang tersisa. Kadang jualan kalau ada uang (modal), kadang ya tidak. Ya ada juga yang sampai tidak jualan sama sekali,” jelasnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan para produsen tempe skala besar. Menurut Komariah, para pembuat tempe skala besar yang memiliki modal kuat justru memiliki peluang besar memanfaatkan momentum ini. Mereka bisa menggenjot kapasitas produksinya di saat tidak ada pengrajin kecil yang memasok tempe di pasaran.

“Dengan banyaknya pengrajin kecil yang berhenti, akhirnya produsen yang besar-besar itu menambah produksinya. Karena mereka uangnya banyak, jadi masih bisa menanggulangi biaya produksinya,” tambahnya.

Siti menuturkan, dalam kondisi normal pihaknya bisa membeli kedelai impor dengan harga berkisar antara Rp8.700 hingga Rp9.000 per kilogram. Namun kini, harganya melesat tajam hingga menyentuh angka Rp12.000 per kilogram.

Kenaikan yang mencapai lebih dari Rp 3.000 per kilogram ini tentu menjadi pukulan telak bagi Komariah dan pengrajin kecil lainnya yang setiap harinya mengolah sekitar 40 kilogram kedelai. Belum lagi, para pengrajin juga harus dihadapkan pada kenaikan harga plastik pembungkus atau kresek yang juga ikut-ikutan naik.

Berita Terkait :  Catat Naik 10%, Kinerja Angkutan Penumpang Tunjukkan Trend Positif, KAI Daop 7 Madiun Tak Henti Tingkatkan Layanan

Menghadapi situasi pelik ini, Siti mengaku tidak punya banyak pilihan. Menaikkan harga jual tempe ke konsumen bukanlah opsi yang bijak karena berisiko membuat dagangannya tidak laku di pasaran.

Alhasil, ia terpaksa memutar otak dengan mengurangi ukuran atau memotong panjang tempe yang dijualnya demi menekan biaya produksi.

“Ya itu, disiasati ukurannya diperkecil. Tidak bisa kalau menaikkan harganya. Tadinya ukuran tempe 25 sentimeter, sekarang dikurangi jadi 21 sentimeter, kadang malah cuma 20 sentimeter,” jelas Komariah.

Meski sempat menerima komplain dari pelanggan namun Komariah akhirnya masih bisa bersyukur. Karena sebagian besar konsumen akhirnya bisa memaklumi kondisi sulit yang sedang dihadapi para pengrajin tempe rumahan. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!