30 C
Sidoarjo
Sunday, May 24, 2026
spot_img

Hadi Prianto, Ketua Umum FASI Situbondo Peraih Penghargaan AVJ


Dikenal Sebagai Perintis Olahraga Dirgantara, Piawai Bina Atlet Hingga Sabet Medali Emas
Oleh:
Sawawi, Kabupaten Situbondo

Sosok Hadi Prianto selain dikenal perintis olahraga dirgantara di Kota Santri Situbondo juga dikenal sebagai seorang pengusaha handal.

Kecintaannya kepada olahraga dirgantara mulai muncul setelah melihat olahraga itu minim prestasi. Hadi beserta kolega terdekatnya berkomitmen untuk membina olahraga dirgantara, yang meliputi cabang olahraga paralayang, gantole, aeromodeling dan paramotor.

Hadi Prianto kini tercatat sebagai Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Situbondo. Kata Hadi, olahraga dirgantara, khususnya cabang paralayang, mulai dirintis dan dikembangkan sejak tahun 2022 lalu.

Sejak saat itu, olahraga yang menguji adrenalin tersebut mulai diperkenalkan kepada para pemuda di Situbondo. Meski demikian, pada awalnya tidak banyak yang tertarik karena olahraga ini membutuhkan keberanian tinggi.

“Ya, menjadi perintis memang penuh tantangan, termasuk soal pendanaan. Tapi kami tetap berusaha agar olahraga ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Situbondo,” sebut Hadi Prianto.

Pria yang cukup lama pernah menjadi anggota DPRD Situbondo mengaku terus menjalani proses tersebut meski harus mengeluarkan biaya dari kantong pribadi demi mendukung para pemuda Situbondo.

Mulai dari latihan di luar daerah hingga menyewa peralatan, semua dilakukan agar para atlet mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Ya, kami mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) pertama di Banyuwangi. Lalu melanjutkan diklat paralayang di Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, dengan uji terbang bersama tim dari Banyuwangi,” beber Hadi.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Salurkan TJSL, Bina Lingkungan Total Rp125 Juta Selama Masa Angkutan Lebaran

Hadi kembali menandaskan, dalam kurun waktu satu tahun, olahraga yang dikembangkan, khususnya paralayang, mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada tahun 2023, untuk pertama kalinya cabang olahraga paralayang Situbondo mengikuti ajang Porprov Jatim VIII dengan mengirimkan tiga atlet yang terdiri dari dua atlet putri dan satu atlet putra.

“Alhamdulillah, kami berhasil meraih medali perak ganda putri. Itu menjadi prestasi pertama bagi Situbondo di cabang olahraga paralayang,” ungkap pria yang kini berdomisili di Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo itu.

Sejak saat itu, aku Hadi, olahraga dirgantara mulai diminati dan semakin banyak atlet yang bergabung serta mengikuti berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, pada tahun 2025, cabang olahraga gantole berhasil meraih medali emas pada Porprov Jatim.

Hadi juga mengaku, motivasinya mengembangkan olahraga ini adalah untuk memberikan wadah positif bagi generasi muda Situbondo, khususnya yang menyukai tantangan adrenalin.

Selain itu, Situbondo dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism karena banyak bukit indah yang langsung menghadap ke kawasan panorama pantai.

“Sebagai perintis, saya ingin anak muda Situbondo memiliki kegiatan positif, seperti olahraga paralayang, daripada terjerumus ke hal yang tidak bermanfaat. Apalagi, Situbondo punya keindahan pemandangan yang luar biasa jika dilihat dari udara,” ungkapnya.

Hadi juga mengakui bahwa olahraga ini bukan hal yang mudah. Selain membutuhkan keberanian tinggi, risiko cedera juga cukup besar. Di awal pengembangan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, sehingga sebagian besar biaya harus ditanggung secara pribadi.

Berita Terkait :  Buktikan Kesetiaan pada Pancasila dengan Selamatkan Ribuan Generasi Muda dari Narkoba

“Tidak semua orang berani. Kadang anaknya berani, tapi orang tuanya yang khawatir. Beberapa atlet kami juga pernah mengalami cedera seperti patah tulang, namun itu bagian dari proses,” urai Hadi lagi.

Seiring dengan prestasi yang diraih, sambung Hadi, kini mulai ada dukungan, termasuk dari KONI, berupa bantuan peralatan dan pembinaan atlet.

Ke depan, Hadi berharap olahraga dirgantara di Situbondo, seperti paralayang, gantole, aeromodeling, dan paramotor, dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.

“Ya kami semua pengurus FASI Situ berharap, olahraga ini terus memberikan dampak positif dan menjadi kebanggaan Situbondo. Apalagi jika ke depan ada bandara di Situbondo, itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan latihan atlet,” kupas Hadi.

Ke depan Hadi juga ingin mengajak para generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia dirgantara. Menurutnya, olahraga ini tidak hanya soal keberanian, tetapi juga teknologi dan kecerdasan.

“Kedirgantaraan adalah olahraga modern yang membutuhkan teknologi dan kecerdasan. Mari anak-anak muda Situbondo yang memiliki minat di bidang ini, baik paralayang, gantole, paramotor, maupun aeromodeling, untuk segera bergabung,” pungkas pria yang dikenal low profile itu. [awi.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!