30.6 C
Sidoarjo
Wednesday, July 15, 2026
spot_img

Genjot Ekspor IKM Jatim, Pameran & Misi Dagang Jadi Kunci

Pemprov Jatim, Bhirawa – Defisit neraca perdagangan yang didorong terutama oleh melonjaknya impor migas dan beberapa komoditas strategis membuat pemerintah provinsi perlu langkah proaktif untuk memperkuat ekspor.

Salah satu langkah yang kini menjadi sorotan adalah penguatan program misi dagang dan fasilitasi pameran bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Jawa Timur.

Kenaikan harga pupuk, plastik, dan bahan baku lainnya, akibat gejolak pasokan global, pelemahan rupiah, serta ketergantungan pada impor bahan baku dari negara seperti Cina, Rusia, dan Kanada, menyisakan tantangan ganda bagi produsen lokal. Diantaranya, biaya produksi naik sementara akses pasar luar negeri tetap terbatas.

Di saat yang sama, komoditas ekspor unggulan seperti CPO dan produk perikanan menunjukkan potensi kenaikan permintaan. Kondisi ini membuka peluang strategis, memperbesar volume ekspor produk bernilai tambah dari IKM bisa membantu menyeimbangkan neraca perdagangan dan memberikan suplai devisa yang menahan pelemahan rupiah.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Lucky, menyebut upaya mengikuti pameran dan Program Misi Dagang, baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia, Hong Kong, dan Jepang, adalah salah satu cara paling efektif membuka jaringan pasar baru bagi pelaku IKM.

“Program seperti ini bukan sekadar memamerkan produk, kegiatan-kegiatan semacam ini memberi peluang konkret bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk menjalin kemitraan distribusi dan penjualan baru,” cetusnya, Rabu (15/7/2026).

Berita Terkait :  Hadirkan Inovasi Baru pada Line Up Commercial TV

Program ini digalakkan, sambung Lucky, supaya para pelaku IKM dapat mengakses pembeli grosir dan eksportir yang dapat meningkatkan skala produksi dan mendapatkan umpan balik terhadap kualitas dan preferensi pasar internasional.

“Selain itu, para pelaku IKM juga memperoleh pembelajaran tentang standar ekspor, kemasan, dan sertifikasi yang diperlukan,” cetus Lucky.

Meski manfaatnya jelas, ketersediaan anggaran menjadi kendala nyata. Lucky menyatakan alokasi untuk fasilitasi partisipasi IKM dalam pameran pada 2026 belum tersedia sehingga peluang yang seharusnya menjadi secercah harapan bagi IKM belum bisa dimaksimalkan.

Tanpa dukungan pendanaan dan program berkelanjutan, upaya penjangkauan pasar luar negeri akan terhambat pada tahap awal, padahal efek berganda dari ekspor yang meningkat dapat memberi keuntungan luas bagi ekonomi regional.

Prioritas komoditas dan pendekatan yang tepat menjadi kunci. Data ekspor-impor menunjukkan komoditas yang memiliki momentum di pasar internasional, seperti sawit, CPO, buah-buahan segar, dan produk perikanan, pantas menjadi prioritas.

Namun pendekatan harus lebih tersegmentasi. Produk agro-perikanan segar, harus fokus pada standar mutu, rantai dingin, dan sertifikasi higienis untuk pasar seperti Jepang dan Hong Kong.

IKM produsen olahan dan kerajinan, dibutuhkan dorongan akses ke pameran dagang berskala internasional untuk mencari buyer dan distributor.

Produk berbasis komoditas lokal, misalnya, tembaga olahan, produk turunannya harus dapat bersinergi dengan eksportir besar agar IKM menjadi bagian dari rantai nilai ekspor.

Berita Terkait :  Kampung Cabut Duri Pertamina Ajak Warga Mandiri dan Sadar Lingkungan

Manfaat jangka panjang bagi daerah, jika dikelola dengan strategi terintegrasi, termasuk pembiayaan, pelatihan ekspor, standarisasi produk, dan penguatan rantai pasok.

Program misi dagang ini sejatinya dapat menambah devisa daerah, membantu menutup ketergantungan impor dan mendorong peningkatan skala usaha IKM sehingga menciptakan lapangan kerja lokal.

“Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengangkat citra produk Jawa Timur di pasar internasional, membuka rute ekspor baru bagi komoditas bernilai tambah,” ujar Lucky menutup.[aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!