28.4 C
Sidoarjo
Wednesday, August 12, 2026
spot_img

Gelar Talkshow, Pegadaian Dorong Generasi Muda Melek dan Mandiri Finansial

Surabaya, Bhirawa. – PT Pegadaian (Persero) melalui Pegadaian Peduli menyelenggarakan kegiatan talkshow literasi keuangan bertajuk “FINANCIAL LITERACY ON THE WAY: Mandiri Finansial di The Gade Creative Lounge (TGCL) Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Kampus Dharmawangsa B, pada Rabu (12/8).

Sebagai bagian dari program edukasi. dan roadshow literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus mendorong terbentuknya generasi muda yang lebih cerdas dalam mengambil keputusan finansial.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, mengungkapkan literasi keuangan merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Melalui program Financial Literacy on the Way, Pegadaian berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan edukasi yang praktis, relevan dan mudah dipahami. Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” terangnya.

Puluhan mahasiswa tampak antusias menyimak dan mengikuti paparan kegiatan sebagai bagian dari program edukasi dan roadshow literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi.

Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Indrawan Nugroho Utomo menyampaikan generasi muda memiliki peluang besar membangun masa depan finansial yang lebih baik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan serta instrumen keuangan.

Berita Terkait :  Peringati HUT Ke-77 Polwan, Bagikan Sembako untuk Driver Ojol

“Pelaku kejahatan keuangan tidak mengenal hari libur dan menyasar generasi muda seperti mahasiswa yang minim literasi. Tantangan rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan, risiko investasi, hingga maraknya berbagai penawaran keuangan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan maupun profil risiko individu,” jelasnya.

Menurut Nugroho, banyak mahasiswa yang belum bijak manajemen keuangannya. Salah satunya penggunaan paylater yang gencar diprosikan di platform e-commerce. Paylater sebenarnya legal namun kalau pembayaran tidak baik akan pengaruhi SLIK karena banyak yang tidak terkontrol dan akhirnya gagal bayar.

“Penggunanya banyak dari kelompok umur remaja dan mahasiswa. Misalnya beli kebutuhan yang tidak menjadi kebutuhan primer seperti asesoris HP, beli sepatu, beli HP dan kebutuhan penunjang penampilan biar dianggap punya akhirnya utang di paylater,” katanya.

Untuk itu, Nugroho menyoroti pengguna paylater akan terus berulang menggunakannya. Apalagi diperparah dengansyndrom FOMO, syndrome scrooling status dan akhirnya oversharing. Tujuannya biar dianggap orang berpunya, menunjang penampilan dengan mengandalkan paylater.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya literasi keuangan sebagaifondasi dalam mencapai kemandirian finansial. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan anggaran pribadi, pengaturan arus kas, pentingnya dana darurat, perencanaan keuangan jangka panjang.

Serta pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai tujuan keuangan masing-masing.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai investasi emas sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman, mudah diakses, dan dapat dimulai dengan nominal yang terjangkau.

Berita Terkait :  Golkar MPR RI Dukung Kebijakan Penempatan DHE SDA dan Ekspor Satu Pintu

Penyuluh Antikorupsi PT Pegadaian (Persero), Akhmad Asfahani lebih menyoroti integritas posisinya sebagai penyuluh antikorupsi. Dimana Pegadaian berkaitan dengan banyaknya uang yang beredar memungkinkan terjadinya tindak korupsi.

“Penyuluh antikorupsi di pegadaian sangat pentingnya perannya. Pegadaian perusahaan jasa dan bisnis kepercayaan sehingga sangat perlu bagi semua karyawan memiliki integritas dan kampanyekan antikorupsi. Potensi korupsi di Pegadaian banyak sekali, meleset sedikit sudah bisa kena korupsi,” paparnya.

Senior Officer PT Pegadaian (Persero) Area Surabaya 1, Eko Ngardiyanto melihat mahasiswa sebenarnya bisa nabung emas dan sangat relevan sekali bagi kemandirian finansialnya.

“Saatnya mandiri mengatur cashflow sendiri. Nabung emas di Pegadaian bsia dimulai hanya Rp 10 ribu saja. Dimulai sedikit dan dimulai langkah kecil bisa berguna buat 5-10 tahun ke depan. Lewat aplikasi Tring, buka tabungan emas sangat mudah dilakukan tanpa ribet,” ujarnya.

Sebagai perusahaan jasa keuangan yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional, PT Pegadaian (Persero) telah menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan wawasan, pengalaman dan strategi praktis dalam mengelola keuangan sejak usia muda.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai investasi emas sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman, mudah diakses, dan dapat dimulai dengan nominal yang terjangkau.

Selain sesi talkshow dan diskusi interaktif, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mencetak Duta Literasi Keuangan dengan tujuan menghasilkan mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pengetahuan dan praktik pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan perguruan tinggi maupun komunitasnya.

Berita Terkait :  Penerimaan Barang dan Jasa Tertentu di Kabupaten Sidoarjo Meningkat 500 Hingga 900 Juta per Bulan

Melalui penyelenggaraan program edukasi ini, PT Pegadaian (Persero) melalui Pegadaian Peduli berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, memahami pentingnya investasi yang terencana, serta mampu membangun masa depan finansial yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Adapun kegiatan ini juga dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator sektor jasa keuangan yang memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Kehadiran OJK dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif antara industri jasa keuangan, media dan institusi pendidikan dalam membangun pemahaman keuangan yang lebih baik di kalangan generasi muda.

Melalui berbagai program edukasi yang dijalankan secara berkelanjutan, OJK terus mendorong masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak, memahami risiko keuangan, serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab. [riq.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!