29 C
Sidoarjo
Thursday, November 5, 2026
spot_img

Gebyar Ekonomi Santri 2026 Raup Perputaran Rp500 Juta, Pemkab Bondowoso Dorong UMKM Naik Kelas

Bondowoso, Bhirawa. – Gebyar Ekonomi Santri (GES) 2026 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso sukses mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp500 juta selama enam hari penyelenggaraan. Kegiatan yang menghadirkan 130 stan tersebut resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, Rabu (4/11) malam.

Penutupan kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Raden Bagus Assra (RBA) Bondowoso itu dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Turut hadir para asisten dan staf ahli, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bank Jatim, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bondowoso, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Gebyar Ekonomi Santri yang diinisiasi melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Bondowoso tersebut menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), pesantren, OPD, serta lembaga dan badan otonom NU.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri itu tidak sekadar menghadirkan ruang promosi dan transaksi perdagangan. Lebih dari itu, GES menjadi sarana memperluas pemasaran produk lokal sekaligus memperkuat peran santri dan warga Nahdliyin dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bondowoso.

Ketua Panitia GES, Muhasim, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, perputaran ekonomi sekitar Rp500 juta selama enam hari menjadi indikator positif tingginya antusiasme masyarakat dan keterlibatan para pelaku usaha.

Berita Terkait :  Sempat Diisi Plt, Empat Kepala Dinas Pemkab Bojonegoro Dilantik

“Alhamdulillah, selama enam hari pelaksanaan, perputaran ekonomi mencapai kurang lebih Rp500 juta. Ini tentu menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkap Muhasim.

Ia menegaskan, GES tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial. Salah satunya diwujudkan melalui pemberian santunan kepada 30 anak yatim dalam rangkaian kegiatan.

Panitia juga membagikan 1.000 cup kopi gratis kepada pengunjung pada malam penutupan. Pada kesempatan yang sama, panitia GES menerima penghargaan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan bershalawat bersama yang diikuti pengunjung dan masyarakat.

Muhasim berharap Gebyar Ekonomi Santri dapat kembali diselenggarakan pada tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha sehingga dampak ekonominya semakin luas.

“Semoga tahun depan kami bersama PCNU Bondowoso bisa kembali melaksanakan kegiatan seperti ini. Harapannya, jumlah pelaku UMKM yang terlibat semakin banyak dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan apresiasi Pemkab Bondowoso atas terselenggaranya Gebyar Ekonomi Santri 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kapasitas santri sebagai penggerak ekonomi umat sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, santri tidak hanya memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai luhur dan tradisi bangsa sebagaimana telah dicontohkan para ulama, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku dan penggerak ekonomi yang maju, berkeadilan, serta inklusif.

Berita Terkait :  Dinsos Jatim Dampingi PPKS asal Banten dan Lampung Kembali ke Rumah

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara NU dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sejalan dengan salah satu misi pembangunan daerah dan upaya mewujudkan visi Bondowoso Berkah.

Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim yang telah memberikan akses pembiayaan bagi para pelaku usaha. Namun, menurutnya, kemudahan akses finansial harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas, kualitas usaha, serta penguatan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) di kalangan santri.

Selain itu, para santri perlu mendapatkan pendampingan agar mampu mengelola pembiayaan secara amanah, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, akses permodalan tidak hanya menjadi fasilitas pembiayaan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Apresiasi juga disampaikan kepada BPN Bondowoso atas fasilitasi proses sertifikasi selama kegiatan berlangsung. Sekda menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta organisasi sosial keagamaan.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan dan dipelihara untuk mewujudkan daerah yang tangguh, unggul, berdaya saing global, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

Lebih lanjut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan dan pendampingan UMKM, termasuk usaha mikro dan kecil yang diinisiasi oleh kalangan santri. Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan seremonial berakhir, tetapi berlanjut melalui program pemberdayaan yang berkesinambungan.

Berita Terkait :  Lika-liku JSC Dinsos Jatim Dampingi Lima Anak Telantar Pulang ke DKI Jakarta

Dengan melibatkan 130 stan dan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp500 juta selama enam hari, Gebyar Ekonomi Santri 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang mampu memperkuat kemandirian UMKM, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso. [san.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!