31.6 C
Sidoarjo
Tuesday, August 11, 2026
spot_img

Gandeng University of Manchester, Unusa Perkuat Riset Kesehatan


Surabaya, Bhirawa – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) perkuat jejaring riset internasional pada bidang kesehatan melalui International Guest Lecture yang menghadirkan pakar Molecular Cardiovascular Sciences dari University of Manchester di Auditorium Lantai 9 Kampus B Unusa, Surabaya.

Kuliah tamu mengusung tema Research Frontiers in Infection and Fetal Neurodevelopment, tidak cuman jadi forum berbagi perkembangan terbaru penelitian mengenai hubungan infeksi dengan perkembangan saraf janin, tapi juga menjadi momentum memperkuat arah riset kesehatan Unusa, Senin (10/8).

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menjelaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan bagian penting strategi Unusa untuk membangun budaya riset dan mengembangkan keunggulan akademik, termasuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi yang baru dibuka.

“PPDS Obstetri dan Ginekologi Unusa akan jadi pusat riset perkembangan otak manusia sejak dalam kandungan, isu perkembangan saraf sejak masa awal kehidupan merupakan tantangan kesehatan yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu disiplin ilmu,” ucapnya. jelas Prof. Tri Yogi.

Lanjut Prof. Tri Yogi mengungkapkan diperlukan kolaborasi antara ilmu kedokteran, teknologi, sains data, kecerdasan buatan, teknik biomedis, hingga teknologi pencitraan. “Dokter memetakan otak manusia, insinyur memetakan jaringan yang menghubungkan dunia, sekarang, kedua dunia ini harus bersatu,” pungkasnya.

Prof. Tri Yogi mengatakan perkembangan riset medis sekarang semakin membutuhkan dukungan teknologi untuk memahami mekanisme penyakit, mendeteksi gangguan secara lebih dini, hingga mengembangkan terapi yang lebih tepat sasaran.

Berita Terkait :  Semarakkan Milad Ke-113 Muhammadiyah, SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya Gelar Family Walk

“Mahasiswa dan dosen Unusa harus tidak berhenti pada pemahaman teori, tapi mulai melihat berbagai persoalan kesehatan sebagai ruang untuk melahirkan penelitian dan inovasi,” tuturnya.

Pakar Molecular Cardiovascular Sciences dari University of Manchester, Prof. Delvac Oceandy, MD., PhD. menyampaikan bahwa perkembangan terbaru penelitian mengenai pengaruh infeksi terhadap perkembangan sistem saraf janin .

“Pengalaman riset saya ketika masih menjalani masa postdoctoral atau sebagai peneliti junior, dimana meneliti peran salah satu pompa kalsium, yakni PMCA4, pada jantung menggunakan teknologi genetic knockout pada mencit,” Ujarnya.

Prof Delvac menambahkan temuan tersebut menunjukkan hasil penelitian tidak selalu berhenti pada pertanyaan awal yang ingin dijawab peneliti, fenomena yang muncul di luar dugaan justru dapat menjadi pintu masuk menuju pertanyaan dan hipotesis baru.

“Contoh lain dari penelitian mengenai pola transcriptomic pada pasien serangan jantung akut, penelitian yang melibatkan sekitar 15 pasien, kelompok pasien STEMI, non-STEMI, dan kontrol menunjukkan pola genetik yang dapat dikelompokkan dengan jelas,” imbuhnya.

Menurut Prof Delvac, penelitian utama tetap harus diselesaikan sesuai tujuan awal, peneliti juga tidak boleh menutup mata terhadap temuan lain yang muncul selama proses penelitian.

“Membaca literatur ilmiah dan melakukan penelitian tidak seharusnya berhenti pada pemenuhan tugas akademik, peneliti perlu mempertanyakan lebih jauh apa yang ditemukan, termasuk ketika data tidak sesuai dengan hipotesis awal,” Jelasnya. [ren.wwn]

Berita Terkait :  Piala Kajati Jatim Ajang Pencarian Bibit Atlet Bulutangkis Berprestasi

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!