Sumenep, Bhirawa. – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep kembali menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga kurang mampu di wilayah kepulauan. Kali ini, bantuan diberikan kepada dua warga Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, sebagai bagian dari upaya pemerataan manfaat zakat hingga daerah terluar.
Penyerahan bantuan dilakukan Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman didampingi Camat Sapeken Hamka dan Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurrahman. Penerima bantuan yakni Rupaida (43), warga Dusun Tanjung Pagar RT 08/RW 02, serta Hasik (76), warga Dusun Bondak RT 008/RW 002, Desa Pagerungan Kecil.
Ahmad Rahman mengatakan, penyaluran bantuan di wilayah kepulauan merupakan bentuk komitmen Baznas agar masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh pelayanan tanpa terhalang jarak maupun kondisi geografis. ”Hari ini Baznas menyerahkan bantuan RTLH kepada dua warga di Pagerungan Kecil, Ibu Rupaida dan Bapak Hasik,” kata Rahman, Selasa (14/7).
Menurut Ahmad Rahman, dana zakat yang dihimpun dari masyarakat harus dapat dirasakan manfaatnya secara merata, termasuk oleh warga yang tinggal di pulau-pulau terluar di Kabupaten Sumenep. ”Ini bentuk komitmen kami dalam penyaluran zakat yang dihimpun dari masyarakat,” tegasnya.
Camat Sapeken, Hamka berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat. Dengan kondisi rumah yang lebih layak, diharapkan mereka dapat tinggal dengan aman dan nyaman.
”Semoga bantuan RTLH ini bermanfaat sehingga para penerima bisa tinggal dengan lebih tenang, aman, dan nyaman karena rumahnya telah dibantu melalui program Baznas,” kata Hamka.
Sementara itu, Halilurrahman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Baznas atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Baznas atas bantuan ini. InsyaAllah kami siap mengawal pembangunan rumah bantuan ini semaksimal mungkin agar hasilnya benar-benar layak ditempati,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, rumah milik Hasik yang ditempati bersama keluarganya dalam kondisi miring sehingga harus disangga menggunakan kayu agar tidak roboh. Adapun rumah Rupaida berukuran sangat kecil dan belum memiliki sambungan listrik sendiri sehingga selama ini masih memanfaatkan aliran listrik dari rumah tetangga. [sul.fen]


