Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melakukan Pengabdian Masyarakat dari dengan menyelenggarakan program edukasi pencegahan NAPZA di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (13/07/2026) ini menggandeng pemuda-pemudi dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ranting setempat sebagai mitra strategis.
Program ini secara khusus diinisiasi oleh Sub-Kelompok 2 yang beranggotakan 4 orang mahasiswa, dengan dibantu secara penuh oleh seluruh anggota kelompok besar. Berbeda dengan penyuluhan anti-narkoba konvensional, intervensi kali ini difokuskan pada penguatan “Resiliensi Mental”-yakni kemampuan adaptasi psikologis agar remaja tangguh, mampu mengambil sikap, dan berani menolak bujukan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di lingkungan pergaulan.
Perwakilan mahasiswa sekaligus anggota dari Sub-Kelompok 2, Rafi Kurniawan, menegaskan bahwa IPNU-IPPNU merupakan garda terdepan di kalangan remaja desa yang memiliki pengaruh besar. “Kami menyasar teman-teman IPNU-IPPNU karena mereka adalah circle pertemanan yang positif. Melalui edukasi resiliensi ini, kami berharap mereka tidak hanya bisa membentengi diri sendiri, tetapi juga aktif menjadi peer educator (pendidik sebaya) bagi remaja lainnya di Desa Gedangan,” ungkap Rafi di sela-sela kegiatan.
Untuk memberikan pemahaman praktis yang berbobot, acara ini menghadirkan Daffa Dwi Sri Diyanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog., seorang pakar sekaligus dosen dari Untag Surabaya sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya pembentukan konsep diri pada masa transisi remaja. “Remaja yang mengenali identitas dan nilainya dengan baik akan jauh lebih kebal terhadap peer pressure atau tekanan teman sebaya yang sering kali menjadi gerbang awal penyalahgunaan NAPZA,” jelas Daffa di hadapan para peserta.
Rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berjalan di bawah supervisi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap langkah kolaboratif yang diambil oleh anak didiknya. “Program dari kelompok mahasiswa ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial saja, melainkan benar-benar menanamkan fondasi psikologis yang kuat. Sinergi antara mahasiswa dan organisasi kepemudaan lokal adalah kunci keberlanjutan program,” terangnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dan dua arah. Puluhan kader IPNU-IPPNU Desa Gedangan tampak antusias berdiskusi mengenai studi kasus pergaulan sehari-hari. Lewat kolaborasi strategis ini, diharapkan Desa Gedangan dapat terus mencetak generasi muda yang sehat secara mental dan bersih dari ancaman narkotika. [why]


