31.1 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Gelar Pelatihan Resiliensi Mental Remaja Guna Tangkal Ancaman NAPZA di Desa Gedangan


Gresik, Bhirawa – Dalam upaya nyata membentengi generasi muda dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang, Pengabdian Masyarakat dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar pelatihan khusus di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Pelatihan yang bertajuk “Resiliensi Mental Remaja terhadap Ancaman Penggunaan NAPZA di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu” ini dilaksanakan secara interaktif bersama pemuda-pemudi setempat pada Senin (13/07/2026).

Resiliensi mental menjadi fokus utama dalam pendekatan pengabdian masyarakat kali ini. Konsep tersebut menekankan pada penguatan kemampuan psikologis internal remaja agar mampu bertahan, bangkit, dan menolak secara tegas segala bentuk pengaruh negatif maupun tawaran penyalahgunaan zat adiktif psikotropika di lingkungan sosial mereka.

Perwakilan mahasiswa Untag Surabaya, Axel Attilla Wijaya Kurniawan, menjelaskan bahwa intervensi psikologis sejak dini sangat krusial bagi kelompok usia produktif.

“Kami melihat remaja di Desa Gedangan memiliki potensi yang luar biasa. Melalui pelatihan resiliensi ini, kami membekali mereka keterampilan pengelolaan stres emosional dan ketegasan diri (asertivitas), sehingga mereka memiliki benteng internal yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan kelompok atau iming-iming zat terlarang,” ujar Axel saat diwawancarai di sela-sela forum.

Program pengabdian ini dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi. Selaku akademisi di bidang psikologi, ia menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendeteksi kerentanan mental remaja.

Berita Terkait :  Dispendik Surabaya Tekankan MPLS Edukatif, Cegah Perundungan Murid Baru

“Membangun resiliensi mental bukanlah proses instan, melainkan sebuah pembiasaan lingkungan. Kehadiran mahasiswa di Desa Gedangan ini diharapkan mampu menyalakan pemahaman awal, baik bagi remaja maupun perangkat desa, bahwa kesehatan mental dan stabilitas emosi adalah kunci utama pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang paling berkelanjutan,” jelas Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi.

Berdasarkan jalannya program, antusiasme sasaran mitra sangat tinggi. Puluhan remaja Desa Gedangan memadati balai pertemuan dengan tetap tertib. Para mahasiswa berpakaian almamater merah khas Untag Surabaya tampak memandu jalannya forum menggunakan media pendukung audio visual berupa laptop dan proyektor guna memudahkan visualisasi materi psikologi praktis.

Warga Desa Gedangan turut menyambut baik inisiatif strategis ini. Diharapkan melalui pelatihan intensif tersebut, pemuda-pemudi lokal dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi rekan sebaya dan memutus rantai peredaran gelap narkoba demi masa depan bangsa yang lebih gemilang. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!