Sebrina Mahardika
Penutupan sementara atau suspend terhadap 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung bukan tanpa sebab. Saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) sedang fokus pada kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Penyebab SPPG disuspend itu banyak. Apalagi di tahun 2026 ini kita sudah fokus pada kualitas ya. Kualitas sarpras, menu sampai pelayanan ,” ujar Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardina.
Menurut dia, ada banyak persoalam sampai dapur SPPG ditutup sementara.
“Jadi ada yang kena suspend masal, ada yang KLB (Kejadian Luar Biasa) dan ada yang terkait resignnya staf BGN yang ada SPPG,” tuturnya.
Perempuan berjilbab ini menyebut penutupan sementara dapur SPPG dilakukan oleh BGN. Bahkan, lanjutnya, ada dapur SPPG yang penutupannya akibat dugaan monopoli bahan baku.
“Untuk suplier kita mewajibkan sebanyak 15. Jadi tidak boleh dimonopoli satu atau beberapa supplier saja. Kemarin kan rata-rata saya cek itu masih tiga sampai lima supplier. Jadi belum sampai 15. Ini yang kita dorong terus,” paparnya.
Terkait siswa atau penerima manfaat yang menerima MBG dari dapur SPPG yang saat ini disuspend, Sebrina mengatakan dialihkan ke dapur SPPG lainnya.
“Sehingga tidak berdampak pada penerima manfaat,” terangnya.
Sampai saat ini jumlah dapur SPPG di Tulungagung mencapai 129. Sementara jumlah penerima manfaat sudah sebanyak 200 ribu jiwa.
Sedang terkait efisiensi, Sebrina mengakui jika sekarang distribusi MBG pada penerima manfaat hanya berlangsung lima hari. Tidak lagi enam hari seperti sebelumnya.
“Kalau dulu sampai hari Sabtu, sekarang hanya sampai Jumat saja. Berlaku untuk semua, baik itu sekolah maupun penerima manfaat yang lain,” jelasnya. [wed.gat]


