27.8 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Evi Zainal Abidin dan Misi Menghidupkan Gerakan Minum Susu Pasteurisasi dari Pasuruan

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Di tengah keprihatinan atas rendahnya tingkat konsumsi susu segar di Indonesia yang baru mencapai angka 2 persen, Ketua Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, memilih mengambil peran aktif.

Melalui penguatan kelembagaan koperasi dan inovasi produk olahan, Evi berikhtiar membangun kesadaran publik akan krusialnya asupan nutrisi berkualitas sejak dini.

Langkah nyata tersebut diwujudkannya melalui kesiapan peluncuran varian susu segar kemasan berlabel ‘Suka Susu’. Bagi Evi, menghadirkan produk olahan susu pasteurisasi yang aman dan kaya gizi bukan semata urusan hilirisasi usaha peternakan lokal, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan.

“Ayo kita biasakan minum susu pasteurisasi setiap hari untuk hidup yang lebih sehat, menjaga daya tahan tubuh, dan menguatkan tulang. Ini adalah jawaban agar anak-anak kita lebih sehat, cerdas, dan menjadi tumpuan harapan menuju Indonesia Emas,” ujar Evi Zainal Abidin saat ditemui di Joglo KUTT Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Senin (3/8).

Evi menaruh perhatian penuh pada aspek higienitas serta pemenuhan standar regulasi pangan. Di bawah kepemimpinannya, KUTT Suka Makmur berhasil mengantongi Sertifikasi Izin Penerapan Cara Pembuatan Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB) resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui sistem integrasi OSS dan e-Sertifikasi.

Kehadiran legalitas BPOM tersebut menegaskan bahwa fasilitas pemrosesan susu di koperasinya telah memenuhi kualifikasi ketat.

Berita Terkait :  by.U Ajak Warga Surabaya Riding Bareng dalam Acara #GasSin Bareng by.U

“Metode pemanasan suhu sedang (pasteurisasi) jadi pilihan utama karena mampu membasmi kuman berbahaya tanpa merusak struktur gizi alami seperti kalsium, protein, vitamin E, serta zat besi yang berperan penting dalam pencegahan stunting dan pembentukan imunitas anak,” papar Evi Zainal Abidin.

Dalam memimpin operasional KUTT Suka Makmur, Evi menerapkan strategi pengembangan berbasis kolaborasi. Dalam sehari, koperasi yang dipimpinnya mampu memproduksi 10.000 botol susu pasteurisasi dalam beragam ukuran.

Guna melipatgandakan kapasitas produksi tersebut, Evi menggandeng pakar teknik industri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Tak berhenti pada lini produksi, Evi juga turun langsung memetakan penetrasi pasar. Ia menjalin komunikasi strategis dengan pengelola jaringan ritel, minimarket, hingga kafe-kafe modern di Pasuruan, Surabaya dan Malang untuk menghadirkan menu olahan berbasis susu segar.

“Dari konsistensi dan pendekatan multidimensi ini, saya berharap gerakan mengonsumsi susu pasteurisasi dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkuat fondasi perekonomian peternak sapi perah lokal,” papar Evi Zaenal Abidin. [hil.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!