Surabaya, Bhirawa
Antusiasme masyarakat RW 14 Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, terlihat sejak dimulainya kegiatan sosialisasi dan praktik budidaya hidroponik yang diselenggarakan oleh kelompok Pemberdayaan Masyarakat dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan warga, mulai dari ibu rumah tangga, anggota Kelompok Swadaya Harapan (KSH), karang taruna, hingga masyarakat sekitar yang memiliki ketertarikan terhadap pemanfaatan lahan sempit untuk kegiatan yang lebih produktif.
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Terbatas Melalui Sosialisasi dan Praktik Budidaya Hidroponik Bagi Masyarakat RW 14 Kelurahan Ampel Kota Surabaya” tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan ruang yang terbatas di lingkungan permukiman padat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga melalui penyediaan sayuran sehat yang dapat dibudidayakan secara mandiri.
RW 14 Kelurahan Ampel merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Kota Surabaya yang memiliki keterbatasan lahan untuk kegiatan pertanian konvensional. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat memerlukan alternatif budidaya tanaman yang lebih efisien dan mudah diterapkan. Hidroponik menjadi salah satu solusi yang dinilai sesuai karena tidak memerlukan lahan yang luas, mudah dipelajari, serta mampu menghasilkan tanaman yang sehat dan berkualitas.
Dalam kegiatan ini, masyarakat memperoleh materi mengenai konsep dasar hidroponik, manfaat pertanian perkotaan, pengenalan alat dan bahan, serta teknik budidaya tanaman yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan lahan sempit sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Tidak hanya melalui penyampaian materi, peserta juga diajak mengikuti praktik secara langsung mulai dari penyemaian benih menggunakan media tanam rockwool, perakitan instalasi hidroponik sederhana, pemindahan bibit ke media tanam, pemberian nutrisi AB Mix, hingga teknik perawatan tanaman agar dapat tumbuh secara optimal. Jenis tanaman yang diperkenalkan kepada peserta antara lain selada, pakcoy, kangkung, dan sawi yang memiliki masa panen relatif singkat serta mudah dibudidayakan oleh masyarakat.
Antusiasme anggota Karang Taruna dan ibu-ibu KSH saat mengikuti kegiatan praktik hidroponik di RW 14 Kelurahan Ampel.
Ketua RW 14 Kelurahan Ampel, Mansyur Arif, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pemberdayaan Masyarakat Untag Surabaya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat karena menghadirkan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara langsung oleh warga.
“Kami sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan praktik hidroponik ini. Program ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai cara memanfaatkan lahan sempit secara produktif. Harapannya, ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri,” ujar Mansyur Arif.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan yang diberikan. Diskusi interaktif dan praktik langsung menjadi bagian yang paling menarik perhatian masyarakat karena memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan sistem budidaya tanaman tanpa tanah. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pertanian perkotaan sebagai salah satu solusi dalam menghadapi keterbatasan lahan di kawasan permukiman.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berharap budidaya hidroponik dapat terus dikembangkan oleh masyarakat RW 14 Kelurahan Ampel secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan program ini mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung ketahanan pangan keluarga, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang lebih produktif. [why]


