Surabaya, Bhirawa – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur tengah menguji teknologi Fiber Reinforced Polymer (FRP) sebagai opsi perkuatan jembatan di lokasi percontohan.
Langkah ini bagian dari inisiatif uji coba teknologi baru yang digagas unit terkait untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur sekaligus mengefisienkan proses perbaikan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembangunan & Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jatim, Ahmad Faathir Wicaksono, Selasa (30/6/2026).
FRP adalah material komposit yang menggabungkan serat fiber, umumnya kaca, karbon, atau aramid, dengan matriks polimer. Kombinasi ini menghasilkan material yang kuat, ringan, dan tahan korosi.
Menurut Faathir, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan mitra penyedia produk FRP yang mengklaim keunggulan berupa pemasangan lebih cepat dan peningkatan kapasitas struktural tanpa menambah beban mati signifikan pada jembatan beton atau struktur lama.
Faathir menegaskan, uji coba bersifat trial dan mock-up, bukan adopsi otomatis. Menurut dia, trial dan mock-up rancangan visual atau model representasi produk yang dibuat menyerupai wujud aslinya.
“Kami mengundang mitra penyedia untuk mempresentasikan produk dan melakukan pemasangan percobaan pada satu jembatan percontohan, direncanakan nantinya adalah di Jembatan Taman Sepanjang,” terang dia.
Trial dan mock-up ini, kata Faathir, bertujuan untuk mengevaluasi klaim mutu dan kecepatan pelaksanaan. Menilai kecocokan FRP dengan spesifikasi dan sistem pengadaan pemerintah seperti e-katalog dan spek teknis. Selain itu, kegiatan ini juga memastikan efektivitas perkuatan dalam kondisi nyata, terutama di jembatan yang masih menggunakan metode injeksi beton konvensional.
Faathir menekankan bahwa meski mitra penyedia mempresentasikan produk, instansi tidak serta-merta menyetujui metode tersebut dapat diterapkan.
“Ada beberapa tahapan yang musti dilalui, seperti tahap evaluasi, tahap pengawasan, tahap pengamatan performa dalam jangka pendek dan penilaian terhadap daya tahan dan biaya. Evaluasi kesesuaian terhadap sistem pengadaan publik sebelum masuk e-katalog atau spesifikasi resmi juga tidak luput dari evalusi yang dilakukan DPU Bina Marga Jatim,” jelas Faathir mengurai.
Upaya Dinas PU Bina Marga Jatim menguji FRP menunjukkan dorongan ke arah inovasi teknis untuk menjawab tantangan perbaikan infrastruktur, khususnya jembatan yang rentan terhadap beban berat dan korosi. Jika terbukti efektif dan ekonomis, FRP berpotensi menjadi alternatif penting di portofolio solusi perkuatan Jembatan di Provinsi Jatim. [aya.kt]


