31.7 C
Sidoarjo
Friday, June 5, 2026
spot_img

Diskop UKM Jatim Gelar Bimtek Peningkatan Produk Dorong Daya Saing UKM Jawa Timur

Surabaya, Bhirawa Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Produk bagi pelaku UKM, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan standar, daya saing, dan legalitas produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas serta meningkatkan pendapatan usaha.

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, Arina Nur Fauziyah. Dalam sambutannya, Arina menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah secara cepat menangkap peluang untuk bersama-sama membangun UKM di Jawa Timur guna mengembangkan dunia wirausaha yang didorong oleh tuntutan dan kebutuhan iklim usaha, khususnya di Jawa Timur.

“Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur pada 5 Februari 2026, pertumbuhan PDRB Jawa Timur mencapai Rp3,4 triliun dan mengalami kenaikan pada tahun 2025, sebesar 5,33 persen lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2024 sebesar 4,93 persen,” terangnya.

Arina menambahkan bahwa Jawa Timur juga menjadi provinsi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa setelah DKI Jakarta, sebesar 25,29 persen. Adapun pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman.

“Pada awal tahun 2026, kita menyadari bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang memberikan tantangan yang tidak mudah bagi dunia usaha. Istilahnya adalah kondisi VUCA—volatility (perubahan yang cepat), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas),” paparnya.

Berita Terkait :  Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN Pererat Sinergi dengan Mitra Petani

Hal ini, sambung dia, dipicu karena perang dagang, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama sehingga mengakibatkan ketidakstabilan dan memberikan tekanan pada komoditas, berimbas pada kenaikan biaya produksi dan daya beli konsumen.

Usaha para pelaku UKM perlu mengadopsi ketangguhan bisnis (business resilience), inovasi terus-menerus, serta kemitraan strategis untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

Namun di tengah tantangan tersebut, para pelaku UKM tidak boleh menyerah. Justru dalam situasi sulit inilah adaptasi dan inovasi menjadi kunci utama. Seperti yang kami percaya bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Peningkatan kualitas produk melalui bimbingan teknis hari ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis agar produk UKM kita memiliki nilai tambah (value added). Dengan kualitas yang unggul, produk kita akan memiliki daya saing yang lebih kuat sehingga konsumen tetap loyal meskipun terjadi fluktuasi harga di pasar.

UKM adalah tulang punggung ekonomi yang paling tangguh, bahkan menyumbang kontribusi perekonomian sebesar 60,094% di Jawa Timur pada tahun 2025. Sejarah telah membuktikan bahwa sektor inilah yang paling cepat bangkit. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, saya berharap Bapak dan Ibu dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya—baik itu terkait teknik produksi yang lebih efisien, standar higienitas, maupun kreativitas dalam pengemasan.

“Dalam kesempatan ini, kami juga menitipkan alat-alat ini untuk dirawat dan digunakan dengan baik. Jadikan ini sebagai pemicu semangat untuk berinovasi. Semoga bantuan ini meringankan proses produksi dan menjadi awal dari lompatan besar bagi kelompok usaha para pelaku UKM sekalian, serta memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat kita,” terangnya.

Berita Terkait :  JNE Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards 2026

Dia mengajak seluruh peserta yang berasal dari pelaku UKM untuk membangun usahanya dengan semangat kreatif. “Ayo bangun semangat berbisnis kita, kembangkan kreativitas dan inovasi tanpa henti. Bisnis yang besar dimulai dari yang kecil. Bisnis yang sukses dan kuat karena sebuah proses,” urainya.

“Mari kita gaungkan terus kesadaran masyarakat untuk mencintai dan bangga dengan produk-produk UKM sehingga dapat semakin mendorong munculnya para wirausahawan baru di Jawa Timur,” tegasnya.

Dasar pelaksanaan adalah Surat Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Nomor 500.3.3/3921/115.3/2026 tanggal 2 Maret 2026 tentang kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Produk bagi UKM.

Perlu diketahui, kegiatan ini dibiayai melalui anggaran APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Kegiatan dilaksanakan selama 1 (satu) hari dan diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sebagai bagian program kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, bersinergi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan.[aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!