28 C
Sidoarjo
Monday, August 17, 2026
spot_img

Bupati Barraa Pastikan 161,9 Ribu Warga di Kabupaten Mojokerto Terima Beras


Mojokerto, Bhirawa – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, memastikan sebanyak 161,9 ribu penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Mojokerto menerima bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 yang penyaluran perdananya dipusatkan di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Senin (17/8) siang.

Bantuan pangan berupa 10 kilogram beras per bulan kepada setiap penerima. Untuk alokasi tiga bulan, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

“Ini penyaluran perdana untuk bulan Juli sampai September. Tiga bulan, nggih. Masing-masing per bulan 10 kilo. Berarti panjenengan mendapatkan 30 kilo,” ujar Gus Barraa.

Menurutnya, bantuan pangan merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Program ini bagian dari upaya pemerintah pusat dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok,” jelasnya.

Beras yang disalurkan merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah berkualitas medium yang bersumber dari produksi lokal.

“Beras yang kami distribusikan ini merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah yang kami simpan di gudang BULOG dengan kualitas medium. Berasnya beras lokal,” ungkapnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi dan menjaga keterjangkauan harga beras.

“Harapan dari pemerintah dengan adanya program penyaluran bantuan pangan ini, Bapak/Ibu sekalian bisa terpenuhi kebutuhan pangan pokoknya, khususnya beras,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Kota Probolinggo Masuk Nominasi PPA Award Cegah Perkawinan Anak

Barraa menyebut, secara nasional terdapat sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan. Sementara di Kabupaten Mojokerto jumlah penerima mencapai 161,9 ribu orang.

Adapun penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang masuk desil 1 sampai dengan 4.

“Jadi, dari mana ketemunya 451 itu tadi? Dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, dari desil 1 sampai desil 4. Ketemulah 451,” tegasnya.

Khusus Desa Bendunganjati, terdapat 451 penerima bantuan pangan. Gus Barra menekankan pentingnya ketepatan data agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Kalau ada permasalahan, misalkan ini mestinya tidak diberi kok jadi diberi, ini mestinya layak kok tidak diberi, untuk saya juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos untuk menyampaikan usul sanggah secara resmi.

“Usul sanggah melalui aplikasi Cek Bansos. Kalau panjenengan melihat ada yang tidak berhak menerima, bisa diusulkan melalui aplikasi. Berikan datanya, misalnya karena yang bersangkutan punya mobil, rumahnya bagus, difoto. Nanti bisa dilakukan pengecekan,” terangnya.

Gus Barra juga mendorong pemerintah desa terus memperbarui data secara akurat agar berbagai program bantuan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.

“Makanya pendataan itu harus akurat. Ada pembaruan desil. Jangan hanya rasan-rasan, tetapi kalau memang ada data yang tidak sesuai, lakukan usul sanggah,” tuturnya.

Selain bantuan pangan, Gus Barra mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan sederhana.

Berita Terkait :  HUT Ke-77 Polwan, Polda Jatim Bagi-bagi Helm Gratis

“Kalau ada beras di rumah kan sudah ayem. Tinggal beli bumbunya, lauknya, sayurnya. Kalau cabai di rumah ada, tomat nanam sendiri, kacang panjang nanam sendiri. Ini namanya ketahanan pangan,” ujarnya. [min.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!