Gresik, Bhirawa — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik kini memperkuat upaya deteksi dini masalah kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Langkah ini diambil menyusul temuan di lapangan yang menunjukkan masih banyaknya Buku KIA yang belum terisi lengkap, serta rendahnya pemahaman ibu dan kader terhadap informasi kesehatan yang termuat di dalamnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik, dr. Anik Luthfiyah, menjelaskan bahwa data Dinkes mencatat jumlah ibu hamil di Gresik periode Januari–September 2026 mencapai 11.820 orang, sedangkan sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 15.599 ibu hamil.
“Beberapa kali turun ke lapangan, kami menemukan banyak Buku KIA yang belum terisi lengkap, terutama pada bagian yang menjadi tanggung jawab ibu atau keluarga,” ungkapnya.
Hasil pemantauan tim Dinkes juga menunjukkan sejumlah persoalan dalam pemanfaatan Buku KIA. Selain kelengkapan pengisian, pemahaman kader terhadap informasi kesehatan yang tercantum di dalamnya juga perlu ditingkatkan. Meski pengisian data oleh kader dinilai sudah cukup memadai, kemampuan menginterpretasikan data untuk menentukan penanganan bagi ibu dan balita yang bermasalah masih belum optimal.
Kondisi ini jika dibiarkan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan dan tumbuh kembang anak tidak terdeteksi sejak awal. Balita yang membutuhkan perhatian khusus berpotensi terlambat mendapatkan penanganan, termasuk ketika mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pertumbuhan maupun perkembangan.
“Pengisian data oleh kader sebenarnya sudah memadai, namun pemahaman terhadap interpretasi data untuk penanganan ibu dan balita yang bermasalah masih kurang. Akibatnya, ada balita yang tidak mendapatkan penanganan sejak dini, sehingga berisiko mengalami stunting dan keterlambatan perkembangan,” tegas dr. Anik.
Ia menambahkan, literasi ibu dan kader terhadap materi dalam Buku KIA juga masih perlu diperkuat. Padahal, buku tersebut memuat informasi penting yang dapat menjadi panduan memantau kesehatan ibu selama kehamilan hingga pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, Dinkes Gresik kembali mendorong pemanfaatan Buku KIA agar informasi yang tersedia tidak sekadar menjadi catatan administrasi, tetapi benar-benar digunakan untuk mengenali risiko dan menentukan langkah penanganan sejak dini. [kim.kt]




